Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Denny Mulyadi Harap BPBD Kota Bogor Terus Tingkatkan SDM dan Pelayanan
    • Sampaikan Duka Mendalam, Banu Bagaskara dan Kader PDI Perjuangan Sambangi Korban Longsor Bondongan
    • Cuaca Ekstrem Picu Keretakan Jalan Saleh Danasasmita, Dedie Rachim Instruksikan Penutupan Jalur
    • Pemkot Dukung Ketahanan Pangan Nasional Lewat Penanaman Jagung Serentak 
    • Bocor Miliaran, DPRD Kota Bogor Soroti Pajak Parkir Alfamart dan Indomaret
    • Tingkatkan Response Time, Komisi IV DPRD Kota Bogor Dorong Pengadaan Mobil Rescue Damkar
    • Komisi IV DPRD Kota Bogor dan Dispora Matangkan Persiapan Porprov 2026, Fokus Prestasi Atlet hingga Dampak Ekonomi
    • Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Sampah » 2030 Tak Ada Pembangunan TPA Baru, Kota Bogor Fokus Tangani Sampah dari Sumbernya
    Kota Bogor

    2030 Tak Ada Pembangunan TPA Baru, Kota Bogor Fokus Tangani Sampah dari Sumbernya

    16 April 20243 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung, Een Irawan Putra meninjau langsung proses penanganan sampah dari sumbernya melalui pendampingan yang dilakukan oleh Satgas Naturalisasi Ciliwung dengan memilah sampah dari rumah.

    Ada dua RT yang dikunjungi, yakni RT 4/ Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal dan RT 1/ 8 Kampung Bantarjati Lebak, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Senin (15/4/2024).

    Saat menyusuri pemukiman padat penduduk itu yang ada di sekitar bantaran rel kereta dan bantaran sungai, Bima Arya melihat setiap rumah sudah memiliki tempat sampah sendiri yang digunakan memilah sampah. Dua tempat sampah itu berisikan sampah organik dan non organik.

    Sampah yang sudah dipilah itu kemudian nantinya akan dikumpulkan di tempat penampungan yang selanjutnya ada yang diolah dan dijual ke pengepul barang bekas, ada yang dibawa ke tempat pengolahan plastik Mekar Wangi dan ada pula yang dijadikan pupuk atau kompos.

    Bima Arya mengatakan, Satgas Ciliwung Kota Bogor tidak hanya fokus pada naturalisasi sungai, tapi juga membangun kultur warga supaya bisa mengelola sampah dari rumah. Saat ini sudah ada 20 RT prioritas dari target 48 RT hingga akhir 2024.

    “Terima kasih untuk Kang Een dan teman-teman satgas yang sudah sangat luar biasa, tak kenal lelah, tak putus asa. Ada seleksi alam tentunya, ada yang berguguran di tengah jalan tapi yang tersisa ini Insya Allah pilihan dan yang terbaik,” kata Bima Arya.

    Di akhir menuju masa purna tugas ini, Bima Arya memastikan dan terus memperjuangkan agar Satgas ini terus dikukuhkan dan diperkuat. Karena cita-cita Kota Bogor adalah menyelesaikan sampah dari hulu, dari sumbernya dari rumah tangga.

    Saat ini sampah yang berhasil dipilah dari rumah sebanyak 38 ton organik, 70,6 ton anorganik dan 29 ton sampah plastik.

    Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung, Een Irawan mengatakan, sejak dibentuk oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya melalui SK Wali Kota sejak 2018 saat ini satgas kurang lebih sudah berjalan 6 tahun.

    Niat awal dari dibentuknya Satgas ini adalah untuk mendorong perubahan perilaku warga, karena masalah yang ada di sungai di Ciliwung adalah masalah lingkungan terkait dengan masalah perilaku dan kultur.

    “Nah, sebenarnya kita mencoba menyelesaikan permasalahan sampah ini di hulunya, yaitu di rumah tangga, bagaimana caranya? Ya didampingi warganya, difasilitasi, diedukasi dan sosialisasikan bagaimana dampaknya, bagaimana pengelolaan sampah dengan baik. Nah, itu misinya menyelesaikan masalah di sumbernya dan juga menyelesaikan sampah wilayah dalam artinya tidak ada lagi sampah dibawa ke TPA,” ujarnya.

    Ini lanjut Een sebagai upaya Kota Bogor mempersiapkan juga Indonesia tanpa TPA baru pada tahun 2030, seperti yang sudah dicanangkan KLHK. Dibanding wilayah lain kata dia, Kota Bogor sudah selangkah lebih dahulu menyiapkan persiapan itu.

    “Untuk itu saya sampaikan ke pak wali kita harus bersiap dari kita sendiri, pemerintah daerah dari wilayah dan inilah salah satu upayanya. Memang masih skala kecil hanya 45 orang satgas Ciliwung dengan kemampuan yang ada mendampingi 48 RT. Saat ini sudah ada terbaca skemanya  setiap RT itu rata-rata  sampah plastik ada di 200 – 300, kilo sampah plastik perbulan yang tidak dibawa ke TPA, jadi sekitar 1,2 ton satu RT per tahun,” jelasnya.

    Menurutnya, untuk menjadikan skema ini sebagai gerakan masif mengelola sampah dari sumbernya, perlu ada kebijakan yang kuat dari pemerintah pusat. Sehingga tidak hanya di Kota Bogor, tapi juga bisa diterapkan di kabupaten/kota lainnya.

    Bima Arya Een Irawan Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung Wali Kota Bogor
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Internet

    Pemkot Bogor Launching Website JDIH Kota Bogor, Kepala Pusat JDIH : Mudah, Cepat dan Akuntabel

    2 Agustus 2022
    Kesehatan

    Mendagri Minta Pemda Kampanyekan Pentingnya Vaksin

    26 Januari 2021
    BBM

    Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Bogor Gelar Pasar Murah

    1 Oktober 2022
    Kota Bogor

    Pengembangan Bogor Utara Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi

    22 Januari 2026
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Cek Stok Minyak Goreng, Atang Tampung Curhatan Pedagang Pasar

    25 Februari 2022

    BOGOR – Mencuatnya isu kelangkaan minyak goreng di pasaran ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota…

    Daerah

    APEKSI Beri Masukan ke Pemerintah Pusat Soal Penghapusan Tenaga Honorer

    11 Juni 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya menyatakan, larangan mempekerjakan honorer bagi…

    Aspirasi

    Terima Aspirasi Aksi Mahasiswa, DPRD Kota Bogor Akan Teruskan ke DPR-RI

    6 September 2022

    BOGOR – Gelombang penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terjadi di Kota Bogor.…

    Ekonomi

    Atty Somaddikarya Prihatin, Daya Beli Masyarakat Bulan Ramadhan Lesu

    26 Maret 2024

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengungkapkan keprihatinannya kepada masyarakat di bulan Ramadhan…

    Ekonomi

    Adityawarman: Koperasi Merah Putih Jangan Buka Warung

    30 Juli 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil setuju dengan pendapat Prof. Lukman M Baga…

    Bisnis

    Selain Pengembangan Rumah Sakit, Jepang Jajaki Kerja Sama Restoran dan Jamur Sitake

    5 April 2022

    Sebelum bertolak ke Jepang, Diplomat Muda Bidang Ekonomi KBRI Tokyo Pandu Utama Manggala kembali…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.