Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Jajaki Kolaborasi dengan Indosat Perkuat Smart City
    • Buka Peluang Investasi, Bank Kota Bogor Gandeng Perusahaan Singapura
    • Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD
    • Pasar Jambu Dua Diresmikan Jadi Sentra Kuliner Baru
    • ‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎
    • Perumda Tirta Pakuan Lakukan Flushing Jaringan Pipa Agar Air Jernih dan Terjaga Kualitasnya
    • Petugas Gabungan Masih Disiagakan di TPAS Galuga
    • Kemenko Polkam Tinjau Aktivasi IKD dan Sosialisasi Perlinsos di Kebon Kelapa
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Pemkot Bogor Siap Dinilai Delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting
    Kota Bogor

    Pemkot Bogor Siap Dinilai Delapan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

    14 Agustus 20253 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Secara daring, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menghadiri pembukaan penilaian kinerja pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting di kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat tahun 2025.

    Penilaian ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Di awal paparannya, Jenal Mutaqin menjelaskan bahwa untuk mewujudkan Kota Bogor menuju Zero Stunting perlu banyak intervensi dari berbagai aspek, terutama yang dapat menurunkan prevalensi stunting.

    “Prevalensi stunting dari hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2024 sebesar 18,2 persen. Sementara dari hasil Bulan Penimbangan Balita di Kota Bogor terdapat 1.849 balita stunting atau 2,59 persen pada 2023. Ini lebih akurat dan tepat sasaran,” ucap Jenal Mutaqin di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (14/8/2025).

    Jenal Mutaqin menambahkan, bahwa percepatan penurunan angka stunting di Kota Bogor di-breakdown lagi ke dalam tiga substansi.

    Pertama, tujuannya, yakni menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

    “Dan siapa yang menjadi sasarannya, yaitu remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia nol sampai 59 bulan,” jelasnya.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan penurunan prevalensi stunting berdasarkan Target RPJMD Perubahan 2019–2024 sebesar 9,9 persen pada 2024.

    Upaya penurunan angka stunting ini selaras dengan visi-misi Kota Bogor, sebagai kota yang ramah keluarga, dengan misi Bogor Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.

    Beberapa produk payung hukum juga menguatkan penanganan stunting di Kota Bogor. Ada regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Wali Kota (Perwali), surat keputusan, hingga keputusan camat/lurah tentang Tim Pendamping Keluarga (TPK) di 68 kelurahan.

    “Tim tersebut tersebar di 804 RW, dikali tiga orang per RW. Jadi total ada sekitar 2.412 orang Tim Pendamping Keluarga,” ucap Jenal Mutaqin.

    Pemkot Bogor, lanjutnya, sudah menetapkan lokus sasaran untuk tahun 2025. Ada delapan lokasi yang ditetapkan sebagai lokus, di antaranya Babakan Pasar, Tegallega, Kedung Waringin, Cimahpar, Ciluar, Balimbing Jaya, Pamoyanan, dan Pasir Kuda.

    Sementara untuk tahun 2024 lalu, ada lima lokus yang ditetapkan, yaitu Kedung Waringin, Kedung Badak, Pamoyanan, Gunung Batu, dan Rangga Mekar.

    Selain itu, ada capaian target yang diraih Kota Bogor melebihi target nasional. Salah satunya intervensi yang dilakukan pada tahun 2024.

    “Seperti remaja putri yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) ditargetkan 58 persen oleh pusat, sementara Alhamdulillah di Kota Bogor sudah mencapai 96,81 persen,” ungkapnya.

    Terakhir, kata Jenal Mutaqin, Kota Bogor juga sudah melakukan beragam inovasi untuk mempercepat penurunan angka stunting. Beberapa di antaranya sudah efektif menurunkan angka tersebut.

    “Di antaranya Taleus Bogor, Pemkot Penting-Lur, Bunda Peduli Stunting, Bapak Asuh Stunting, dan yang tak kalah penting, kolaborasi dengan dunia usaha yang siap membantu program penanganan stunting di Kota Bogor,” pungkasnya.

    Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda), para kepala OPD, hingga camat dan lurah.

    Jenal Mutaqin Pemkot Bogor Wakil Wali Kota Bogor
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Dedie A Rachim Siap Jadi Orang Pertama yang Divaksin

    6 Januari 2021
    Kesehatan

    Orientasi Dewan Hakim MTQ, Dedie Tekankan Harus Memiliki Nilai Objektif

    14 September 2021
    Trending

    Pasar Kebon Kembang Bakal Jadi Lokasi Vaksin Pedagang

    4 Agustus 2021
    Kesehatan

    Karyawan RSUD Dibekuk Polisi Lantaran Nyabu, Atty Somaddikarya : Test Urine di Lingkungan Pemkot Bogor!

    18 Februari 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Perda Disahkan, Bima Arya : Biskita Trans Pakuan Bisa Disubsidi APBD

    5 April 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Perumda Trans Pakuan dan Kodjari menggelar pres conference…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Sampaikan Rancangan KUA-PPAS Tahun 2023

    15 Juli 2022

    Plh. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon…

    Ekonomi

    DPC IWAPI Kota Bogor Terus Dorong Pengembangan UMKM

    30 September 2022

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bogor melakukan audiensi dengan Wali…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor Kawal Distribusi Gas 3 Kg

    6 Februari 2025

    BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, melakukan inspeksi ke dua pangkalan Liquefied…

    Ekonomi

    BRI Bogor Pajajaran Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bogor

    31 Oktober 2025

    BOGOR – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial…

    Daerah

    Promosi Digital Dongkrak Minat UMKM Isi Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua

    30 Juni 2026

    BOGOR – Pasar Jambu Dua kini tak lagi sekadar menjadi pusat perdagangan. Lantai dua pasar…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.