Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban
    • YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks
    • Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi
    • Dedie Rachim Pastikan Penataan Lanjutan Terminal Bubulak Tepat Waktu
    • Pemkot Bogor Tata Nyi Raja Permas, Pedagang Disiapkan Lokasi Usaha yang Lebih Representatif
    • Pengelolaan SPPG Savira Rangga Mekar Disengketakan, Pihak Tergugat Siapkan Gugatan Balik
    • Puluhan Angkot dan AKDP Terjaring Operasi Gabungan
    • MTQ Ke-45 Tingkat Kota Bogor Resmi Ditutup, 58 Pemenang Disiapkan Wakili Kota Bogor di Tingkat Provinsi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Kesehatan » Pemkot Bogor Antisipasi Hepatitis Akut, Masyarakat Diminta Tingkatkan PHBS
    Kesehatan

    Pemkot Bogor Antisipasi Hepatitis Akut, Masyarakat Diminta Tingkatkan PHBS

    11 Mei 20223 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

     

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan langkah antisipasi penularan hepatitis akut misterius (Acute Severe Hepatitis atau Acute Hepatitis unknown of etiology) yang menyerang anak-anak.

     

    Meski belum ada penemuan kasus hepatitis misterius tersebut, Pemkot Bogor menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

     

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyatakan, merebaknya kasus Hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya itu di beberapa negara di eropa sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar biasa (KLB) oleh WHO pada 15 April 2022. Dilaporkan sudah ditemukan 3 kasus probable hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya di RSCM Jakarta.

     

     

    “Sampai saat ini belum ditemukan kasus hepatitis tersebut di Kota Bogor. Dinkes, RS dan Puskesmas kemarin sudah mendapatkan sosialisasi penyakit tersebut dari Kemenkes dan Dinkes Provinsi,” kata Retno sapaan Kadinkes, Senin (9/5/2022).

     

    Namun kata dia, perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi dan kewaspadaan dini di Kota Bogor. Menurut dia, penyakit hepatitis akut berat menyerang anak-anak usia dibawah 16 tahun. Progresivitas penyakit sangat cepat dan menimbulkan kematian.

     

    “Gejala penyakit mirip dengan hepatitis akut, tetapi penyebabnya bukan hepatitis A,B,C, D, E. Gejala umumnya adalah demam, mual, muntah, diare, ikterus, nyeri perut (syndrome jaundice) dan penurunan kesadaran,” ujar Kadinkes.

     

    Penyakit ini juga dalam pemeriksaan penunjang laboratorium menunjukkan peningkatan SGPT SGOT > 500 atau diatas 500.

     

    “Diduga penyebabnya adalah Adenovirus, dan penularan secara orofecal atau melalui mulut dan saluran pencernaan,” sebutnya.

     

    Untuk itu pihaknya menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, seperti penyiapan faskes primer dan rumah sakit terkait penegakan diagnosis dan tatalaksana hepatitis akut berat, termasuk alur rujukan.

     

    Penyiapan laboratorium, labkesda dan laboratorium rujukan. Sosialisasi, edukasi dan informasi penyakit hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya ke masyarakat melalui berbagai kanal media, forum komunikasi dan sebagainya, termasuk upaya promotif dan preventif.

     

    Pihaknya juga meminta masyarakat untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menggalakkan GERMAS, termasuk hygiene sanitasi makanan.

     

    Langkah antisipasi lain adalah meningkatkan surveilans penyakit, memantau dan melaporkan secara dini penemuan kasus ke SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon). Koordinasi lintas program dan lintas sektoral dengan semua stakeholder.

     

    Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebutkan, di Kota Bogor belum ada laporan kasus hepatitis akut, baik dari aparatur wilayah maupun Dinkes.

     

    Namun demikian Pemkot Bogor tetap melakukan antisipasi dan mempelajarinya untuk kemudian mengawasi pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit terkait dengan keluhan hepatitis pada anak.

     

    “Kita belum melihat itu ada kaitannya dengan vaksin. Kita masih melihat data-data di lapangan terlebih dulu, belum ada indikasi itu (hepatitis akut), tetapi saya minta kepada Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk mempelajari pola di puskesmas maupun di rumah sakit-rumah sakit,” katanya.

     

    Sri Nowo Retno
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Dedie Rachim Hadiri Sertijab Gubernur Jawa Barat di Bandung

    21 Februari 2025
    Jawa Barat

    Dedie Rachim Tekankan Kompetensi SDM Damkar

    5 Agustus 2025
    Kesehatan

    Meriahkan Cucurak BCA, Dedie Rachim Ingin Silaturahmi Terus Berjalan

    2 April 2021
    Dampak Proyek

    Pipa di Jembatan Otista Terkena Dampak Proyek, Perumda Tirta Pakuan Pastikan Distribusi Zona 3 Tidak Terdampak Signifikan

    7 April 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    BRI Bogor Pajajaran Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bogor

    31 Oktober 2025

    BOGOR – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial…

    Daerah

    Promosi Digital Dongkrak Minat UMKM Isi Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua

    30 Juni 2026

    BOGOR – Pasar Jambu Dua kini tak lagi sekadar menjadi pusat perdagangan. Lantai dua pasar…

    Bisnis

    Perda Disahkan, Bima Arya : Biskita Trans Pakuan Bisa Disubsidi APBD

    5 April 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Perumda Trans Pakuan dan Kodjari menggelar pres conference…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Sampaikan Rancangan KUA-PPAS Tahun 2023

    15 Juli 2022

    Plh. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon…

    Ekonomi

    DPC IWAPI Kota Bogor Terus Dorong Pengembangan UMKM

    30 September 2022

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bogor melakukan audiensi dengan Wali…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor Kawal Distribusi Gas 3 Kg

    6 Februari 2025

    BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, melakukan inspeksi ke dua pangkalan Liquefied…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.