Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Ada Perbaikan Pipa ACP, Ini Penjelasan Dirut Perumda Tirta Pakuan
    • Diresmikan, SDN Cimahpar 5 Jadi Percontohan Revitalisasi Swakelola
    • Kota Bogor Terus Perkuat Diri Menuju City of Gastronomy
    • Dedie Rachim Soroti Judi dan Pinjaman Online serta Bullying di Lingkungan Pelajar 
    • PMC – Muspika Bojonggede Hijauhkan Jalur Bomang
    • Takziah ke Rumah Muhammad Dirga, Jenal Mutaqin Sampaikan Duka
    • Pemkot Teken Perjanjian Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi
    • Peringati Hari Kanker Sedunia, Pemkot Ajak Masyarakat Tingkatkan Pola Hidup Sehat
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Kota Bogor Masuk PPKM Level 3, Ini Usul Bima Arya
    Kesehatan

    Kota Bogor Masuk PPKM Level 3, Ini Usul Bima Arya

    24 Agustus 20212 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

     

    BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatajan sebenarnya dari jauh-jauh hari sebetulnya Kota Bogor sudah masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

    Akan tetapi, yang membuat Kota Bogor berkutat di PPKM level 4 adalah adanya pasien dari luar Kota Bogor yang masuk hitungan.

    Selain itu Bima juga mengusulkan agar pemerintah daerah diberikan kewenangan lebih untuk memutuskan relaksasi sektor ekonomi sesuai dengan kondisi.

    “Kota Bogor seharusnya dari hitungan pihaknya dari kemarin Kota Bogor sudah level tiga, cuman karena ada satu metode penghitungan yang mengikutsertakan pasien dari Kabupaten Bogor. Itu yang membuat kami berat, karena pasien di RSUD dan pasien di pusat isolasi Kota Bogor banyak dari luar Kota Bogor,” ungkap Bima, Selasa (24/8/2021) pagi.

    Bima melanjutkan, itulah makanya perbandingan rasionya tidak pernah baik, karena itu pembaginya jadi tidak berimbang. Angka pasien sendiri dari luar, ada 26 persen dari Kabupaten Bogor dan kota lain sebesar 15 persen.

    “Jadi cukup banyak diatas 30 persen, kalau jadi pembagi angkanya mengecilkan indikator-indikator untuk turun level,” tambahnya.

    Bima memaparkan, data-data nya semakin baik, tingkat keterisian rumah sakit atau BOR Kota Bogor sudah 27 persen. Kemudian vaksinasi sudah masuk 53 persen artinya 17 persen lagi 70 persen yang dianggap target nasional, Kota Bogor bisa lebih cepat.

    “Tapi apakah ada relaksasi, kami masih menunggu intruksikan Mendagri. Kami sampaikan kepada pemerintah pusat, diusulkan agar daerah diberikan kewenangan lebih untuk memutuskan relaksasi kedepannya,” paparnya.

    Bima berpendapat, karena pihaknya yang memang memahami perkembangan Covid-19 dan perekonomian di Kota Bogor. Jadi sekarang ini sistemnya menunggu pusat apakah mengizinkan atau tidak membuka mall, dirinya berharap itu bisa dilakukan.

    “Karena puluhan ribu warga Kota Bogor dapurnya sangat ditentukan oleh itu. Dalam rakor wilayah Algomerasi disampaikan hal ini, bahkan kepala-kepala daerah SeJawa Barat ingin berembuk membicarakan persoalan ini. Sejauh mana pembagin kewenangan pusat dan daerah untuk menentukan relaksasi ekonomi,” pungkasnya.

     

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Bisnis

    Perda Disahkan, Bima Arya : Biskita Trans Pakuan Bisa Disubsidi APBD

    5 April 2022
    Banjir

    Dampak Banjir dan Longsor, 40 KK Warga Bogor Selatan Segera Direlokasi

    19 September 2023
    Kota Bogor

    Baznas Pusat Lakukan Uji Kompetensi Kepada Calon Pimpinan Baznas Kota Bogor

    29 Juli 2022
    Semangat

    Megawati : Baru Berkuasa Mau Bertindak Seperti Orba?

    29 November 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    BRI Bogor Pajajaran Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bogor

    31 Oktober 2025

    BOGOR – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial…

    Bisnis

    Perda Disahkan, Bima Arya : Biskita Trans Pakuan Bisa Disubsidi APBD

    5 April 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Perumda Trans Pakuan dan Kodjari menggelar pres conference…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Sampaikan Rancangan KUA-PPAS Tahun 2023

    15 Juli 2022

    Plh. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon…

    Ekonomi

    DPC IWAPI Kota Bogor Terus Dorong Pengembangan UMKM

    30 September 2022

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bogor melakukan audiensi dengan Wali…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor Kawal Distribusi Gas 3 Kg

    6 Februari 2025

    BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, melakukan inspeksi ke dua pangkalan Liquefied…

    Ekonomi

    Nasi Lemak Bahru, Destinasi Nasi Lemak Otentik di Kota Hujan

    25 Januari 2026

    BOGOR – Dunia kuliner Bogor kembali diramaikan dengan kehadiran Nasi Lemak Bahru, rumah makan yang…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.