Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Jajaki Kolaborasi dengan Indosat Perkuat Smart City
    • Buka Peluang Investasi, Bank Kota Bogor Gandeng Perusahaan Singapura
    • Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD
    • Pasar Jambu Dua Diresmikan Jadi Sentra Kuliner Baru
    • ‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎
    • Perumda Tirta Pakuan Lakukan Flushing Jaringan Pipa Agar Air Jernih dan Terjaga Kualitasnya
    • Petugas Gabungan Masih Disiagakan di TPAS Galuga
    • Kemenko Polkam Tinjau Aktivasi IKD dan Sosialisasi Perlinsos di Kebon Kelapa
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Habis Masa Kontrak, RS Lapangan Tidak Beroperasi Lagi
    Kesehatan

    Habis Masa Kontrak, RS Lapangan Tidak Beroperasi Lagi

    19 April 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kota Bogor tak lagi dapat menampung pasien Covid-19. Hal itu lantaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi mengakhiri operasional rumah sakit yang berada di kawasan Stadion Pajajaran, Kota Bogor.

    Terkait hal tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, sesuai kontrak RSL Kota Bogor itu berakhir pada Minggu, 18 April 2021. Sehingga Pemkot Bogor menghentikan operasional rumah sakit darutat yang sudah berjalan selama tiga bulan terakhir untuk menangani pasien Covid-19.

    “Jadi hari ini RS lapangan di non aktifkan dahulu karena kebutuhannya sudah tidak ada lagi,” kata Bima usai penutupan RSL Kota Bogor sekaligus penyerahan tanda penghargaan kepada karyawan RSL Covid 19 Kota Bogor, di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (19/4/20210).

    Bima mengatakan, RSL ini didirikan karena ada kebutuhan untuk angka keterisian kamar di rumah sakit atau bad occupancy rate (BOR) masih sangat tinggi. Sedangkan, kondisi saat ini masih sangat terkendali.

    “Sudah jauh sekali dibawah rata-rata WHO jadi sudah tidak ada kebutuhan itu (BOR), semua sudah tercukupi di faskes seluruh rumah sakit rujukan yang ada, itu poin pertama,” katanya.

    Kedua, RSL masih memungkinkan untuk dioperasionalkan kembali ketika ada kebutuhan yang memang mendesak.

    “Apakah kebutuhan itu ada, mudah-mudahan tidak ada lagi, terus aman dan terkendali. Kita terus koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ujar suami Yane Ardian itu.
    Selain itu, BNPB nantinya yang akan melakukan evaluasi dan asesmen RSL Kota Bogor.

    “Jadi secara administratif di review oleh inspektorat dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan disampaikan nanti ke BNPB,” ucapnya.

    Kemudian, BNPB yang nantinya akan melakukan kajian.
    Politisi PAN itu menegaskan jika memang tidak ada kebutuhan untuk kebutuhan tempat tidur maka operasional RSL tidak akan dilanjutkan. Namun, dirinya berharap agar Pemkot Bogor melakukan antisipasi dan jangan sampai terjadi adanya gelombang ke dua kasus Covid-19 di Kota Bogor.

    “Kalau ada lonjakan lagi tentunya RS Lapangan akan kembali dibutuhkan,” tandasnya.

    Bima memaparkan jumlah kasus Covid-19 di Kota Bogor yang terus melandai, dengan jumlah penambahan rata-rata 30 kasus per hari. Lanjut Bima mengatakan, kuncinya di bulan Ramadan, harus dijaga agar tak terjadi lonjakan kasus baru dan trennya harus dipertahankan agar terus menurun.
    Bima mengakui keberadaan RSL sendiri sangat efektif mengurangi penularan. Selama operasional, total pasien yang telah dirawat sebanyak 346 dirawat, 298 pasien dinyatakan sehat sisanya dirujuk dan kondisinya terus membaik.
    Sedangkan untuk alat kesehatan (Alkes), semuanya masih disiagakan di RSL. Dengan berakhirnya operasional RSL, maka 222 orang yang terbagi atas dokter umum 10 orang, dokter spesialis delapan orang, perawat 52 orang, supir 12 orang, satpam delapan orang, tenaga manajemen 30 orang dan non-nakes 102 orang, akan dikembalikan ke tempat tugas asalnya, sedangkan untuk karyawan kontrak maka secara otomatis telah berakhir sejak 12 April 2020.

    “Kalau ada panggilan tugas nakes akan kembali bertugas. Kalau nanti situasi naik lagi maka akan aktif lagi,” ucapnya.

    “Ada yang kembali bertugas di tempat lain seperti RSUD Kota Bogor tapi sisanya stand by. Kebutuhannya tidak ada sekarang. Ini RS lapangan darurat, kalau bed occupacy rendah ini banyak mubazir, bisa ditempatkan di faskes lain. Kalau BNPB siap saja untuk mengalokasikan dana siap pakai. DSP sudah tidak ada tapi siap berproses siap di kucurkan,” tukasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Prabowo Tinjau Langsung Makan Bergizi Gratis di SDN Kedung Jaya Kota Bogor

    10 Februari 2025
    Bantuan Sosial

    Dinsos Kota Bogor Bina Ratusan Agen dan E-Warung Penyalur BPNT

    15 September 2022
    Kesehatan

    Duh! AHY ke Bogor, Ada Kerumunan di Kampung Labirin

    2 Juni 2021
    Kesehatan

    Tak Perlu Antri Bayar PBB, Pakai GoTagihan

    9 November 2020
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Perumda PPJ Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

    22 April 2022

    BOGOR – Presiden Jokowi mengunjungi dua Pasar Tradisional di Kota Bogor, pada Kamis (21/4/2022). Kedatangannya…

    Ekonomi

    Bima Arya Jelaskan Raperda Dana Cadangan Pilkada dan Penyertaan Modal PPJ

    28 Juli 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan penjelasan terkait penyampaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor-Unpar Jalin Kerja Sama, Riset Keberagaman di Kampung Labirin

    11 Oktober 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tentang pendidikan, penelitian…

    DPRD Kota Bogor

    Sambangi Pasar Jambu Dua, Komisi II Cek Harga Komoditas Pangan

    14 Maret 2025

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor mendatangi Pasar Jambu Dua untuk mengecek harga komoditas…

    Daerah

    DPRD Kota Bogor Terima Draft RAPBD 2026, Banggar Langsung Lakukan Pembahasan

    14 November 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor telah menerima draft Rancangan APBD 2026 Kota Bogor yang diserahkan…

    Daerah

    Ceu Atty Ajak Warga Bogor Belanja di Warung Tetangga untuk Dukung UMKM

    16 Juli 2026

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan berbelanja dengan…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.