Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Gulat Kabupaten Bogor Sabet 1 Emas di Porprov Jabar 2026
    • Kolaborasi LBH Bapeksi dan Repdem, Warga Bogor Kini Punya Akses Bantuan Hukum Gratis
    • Atlet Junior Antar Judo Kota Bogor Lampaui Target 9 Medali Emas, Bidik Juara Umum
    • ‎Cabor Soft Tenis Kabupaten Bogor Juara Umum Porprov XV Jabar 2026
    • Kempo Kota Bogor Bidik Enam Medali Emas di Porprov XV Jabar 2026, Andalkan Hasil Try Out di Jepang
    • Ketua Kontingen Beri Arahan Tenaga Pendukung Porprov XV Tahun 2026
    • Lantik Pengurus DPPI 2026-2030, Jenal Titip Pesan Edukasi Pancasila
    • Dedie Rachim Paparkan Komitmen Pemkot Bogor dalam Keterbukaan Informasi Publik
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Trending » Bogor Darurat Gizi, 95 Persen Balita Terpapar Kental Manis
    Kesehatan

    Bogor Darurat Gizi, 95 Persen Balita Terpapar Kental Manis

    19 Maret 20253 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Penelitian di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menemukan bahwa 95 persen balita telah terpapar kental manis sejak usia 8 bulan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena kental manis mengandung gula tinggi lebih dari 40 gram per takaran saji, yang dapat berdampak negatif terhadap gizi, tumbuh kembang, dan kesehatan anak.

    Hasil penelitian ini dipaparkan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Bogor dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) pada Rabu (19/3). Ketua tim penelitian, Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, SKM., MKM., menyebutkan mayoritas balita mulai mengonsumsi kental manis bersamaan dengan periode Makanan Pendamping ASI (MPASI).

    “Sebanyak 95 persen balita diberikan kental manis mulai usia 8 bulan ke atas,” ujar Prof. Tria.

    Penelitian yang dilakukan pada Februari 2025 ini melibatkan 100 responden dari empat desa di Kecamatan Pamijahan, yaitu Cibitung Wetan, Cibitung Kulon, Ciasihan, dan Cibunian. Pamijahan sendiri merupakan wilayah dengan angka stunting tertinggi kedua di Kabupaten Bogor, yakni mencapai 502 kasus pada tahun 2024.

    Penelitian juga menemukan tingginya frekuensi konsumsi kental manis di kalangan balita:

    • 27 persen balita mengonsumsi kental manis lebih dari dua kali sehari.

    • 36 persen balita mengonsumsi dua kali sehari.

    • 36 persen balita mengonsumsi satu kali sehari.

    • 1 persen balita hanya mengonsumsi jika meminta.

    Dengan kandungan gula 40 gram per takaran saji, sekitar 63 persen balita di Pamijahan mengonsumsi gula melebihi batas aman harian yang direkomendasikan American Heart Association, yaitu 25 gram per hari untuk anak-anak.

    Dokter spesialis anak RS Palang Merah Indonesia Bogor, dr. Satrio Bhuwono Prakoso, M.Ked., Sp.A, menegaskan bahwa konsumsi kental manis yang berlebihan berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan gigi akibat tingginya kadar gula.

    “Gula yang ada pada kental manis dapat menyebabkan masalah pada gigi,” tutur dr. Satrio.

    Senada dengan hal itu, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Intan Widayati, MA, menjelaskan bahwa konsumsi kental manis berisiko memicu stunting. Kental manis yang dikira sebagai pengganti susu menyebabkan anak merasa kenyang, sehingga tidak mendapatkan asupan gizi seimbang dari makanan lain.

    “Kenapa dapat menyebabkan stunting? Karena anak tidak menerima gizi dan mikronutrien yang cukup,” ujar dr. Intan.

    Ketua Majelis Kesehatan PDA Kabupaten Bogor, Lina Marlina, yang turut mengumpulkan data menyebutkan bahwa kemudahan akses terhadap kental manis di warung menjadi salah satu faktor penyebab tingginya konsumsi di kalangan balita.

    “Warung-warung hanya menyediakan produk kental manis dan menganggapnya sebagai susu. Ini kesalahan berjamaah—bukan hanya orang tua yang kurang edukasi, tapi juga lingkungan dan media,” jelas Lina.

    Lina berharap temuan ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Menurutnya, jika kebiasaan konsumsi kental manis tidak dikendalikan, bonus demografi di Kabupaten Bogor yang mencapai 70,79 persen pada tahun 2024 bisa menjadi beban di masa depan karena generasi mudanya mengalami kekurangan gizi.

    “Kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula menyebabkan anak rentan terkena penyakit tidak menular, perkembangan otak yang tidak optimal, dan daya saing yang lemah di masa depan,” tambahnya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal YAICI, Satria Yudistira, menyatakan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengentasan gizi buruk dan stunting di Indonesia.

    “Sejak 2018, YAICI konsisten bekerja sama dengan berbagai kampus untuk meneliti fenomena konsumsi kental manis di masyarakat. Kami berharap hasil penelitian ini menjadi dasar bagi para pemangku kebijakan untuk menurunkan angka stunting dan memperbaiki status gizi anak,” ujar Satria.

    Beberapa perguruan tinggi yang telah berkolaborasi dalam penelitian serupa meliputi Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur kesehatan dan menjadi referensi penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

    . Dr. Tria Astika Endah Permatasari Dokter spesialis anak RS Palang Merah Indonesia Bogor dr. Intan Widayati dr. Satrio Bhuwono Prakoso Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Ketua Majelis Kesehatan PDA Kabupaten Bogor Lina Marlina
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    Pemkot Bogor

    Di Akhir Masa Jabatannya, Bima-Dedie Rampungkan Sembilan Proyek Pembangunan Prioritas 

    6 November 2023
    Kota Bogor

    Anak-anak di Kota Bogor Bersuara

    28 Juli 2025
    Kesehatan

    Tak Perlu Antri Bayar PBB, Pakai GoTagihan

    9 November 2020
    Kota Bogor

    Perumda Tirta Pakuan Bogor Tawarkan Paket Pelatihan Air Bersih hingga Rafting Wisata

    24 Juni 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Lima Orang Positif, Bima Imbau Salah Satu Bank Swasta Tutup Sementara

    3 Desember 2020

    Barayanews.co.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Panin Bank di…

    Daerah

    Terima Banyak Aduan Soal Pinjol, DPRD Kota Bogor Siapkan Raperda

    30 Mei 2022

    BOGOR – DPRD Kota Bogor saat ini tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perlindungan…

    Ekonomi

    Wali Kota Bogor Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2022 dan KUA-PPAS 2023

    16 Agustus 2022

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menggelar rapat paripurna yang membahas rancangan Kebijakan Umum…

    APEKSI

    APEKSI Siap Kolaborasi dengan LKPP, Dorong Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri di Daerah

    8 Februari 2023

    Jajaran Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) melakukan pertemuan dengan Kepala Lembaga Pengadaan…

    Anti Korupsi

    Wujudkan Dunia Usaha Antikorupsi, Pelaku Usaha Kota Bogor Ikuti Bimtek

    28 Mei 2025

    BOGOR – Sebanyak 100 pelaku usaha di Kota Bogor menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dunia…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Harap Gedung Paviliun BSI Tingkatkan Pelayanan dan Kenyamanan Nasabah

    20 Januari 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, berharap kehadiran Gedung Paviliun Bank Syariah Indonesia…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.