Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Gandeng Kementerian dan CSR, Pemkot Bogor Targetkan 4.909 Perbaikan RTLH Tahun 2026
    • Pemkot Bogor Jajaki Kolaborasi dengan Indosat Perkuat Smart City
    • Buka Peluang Investasi, Bank Kota Bogor Gandeng Perusahaan Singapura
    • Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD
    • Pasar Jambu Dua Diresmikan Jadi Sentra Kuliner Baru
    • ‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎
    • Perumda Tirta Pakuan Lakukan Flushing Jaringan Pipa Agar Air Jernih dan Terjaga Kualitasnya
    • Petugas Gabungan Masih Disiagakan di TPAS Galuga
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Antusias Siswa SD Saat Ujicoba PTM di Kota Bogor, Bima Arya Ingatkan Dua Hal Penting
    Kesehatan

    Antusias Siswa SD Saat Ujicoba PTM di Kota Bogor, Bima Arya Ingatkan Dua Hal Penting

    18 Oktober 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Sebanyak 36 Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Senin (18/10/2021). Dalam uji coba tersebut, hanya kelas 4, 5 dan 6 yang diperbolehkan melakukan PTM.

    Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau pelaksanaan PTM di dua sekolah, yakni SD Negeri Harjasari 1 Kota Bogor di Kecamatan Bogor Selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor dan satu lagi di pusat kota SD Mardi Waluya.

    Dalam tinjauannya itu, Bima Arya melihat penerapan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, batas antar orang tua, cek suhu tubuh, tempat cuci tangan, kapasitas ruang kelas hingga ruang isolasi jika ada siswa yang sakit.

    Bima Arya juga terlihat berbincang dengan sejumlah murid. Bahkan, memberikan hadiah bagi murid yang bisa menjawab pertanyaan.

    Di SDN Harjasari 1, menggunakan sistem dua gelombang, pagi dan siang. Masing-masing hanya melakukan pembelajaran 3 jam. Sementara di SD Mardi Waluya menerapkan sistem hybrid, sebagian siswa masuk tatap muka, sebagian lagi daring dari rumah.

    “Tadi saya tanya semua siswa, mereka antusias. Mereka lebih senang belajar di sekolah dari pada belajar dari rumah karena sudah jenuh. Ini momentumnya pas, PPKM-nya sudah diujung, Covid-nya sudah landai, anak-anak dan orangtua juga ingin PTM,” ungkap Bima Arya.

    Sejauh ini, kata Bima, penerapan protokol kesehatannya berjalan dengan baik. “Saya lihat prokesnya baik, dua tempat yang saya kunjungi ini. Saya titip dua hal saja, yaitu ketika siswa siswi datang dan pulang. Serta mitigasi kalau terjadi kasus, begitu ada yang sakit seperti apa, koordinasi dengan siapa. Saya cek tadi ke siswa, mereka paham untuk langsung menyampaikan ke wali kelas dan sekolah berkoordinasi dengan puskesmas atau kelurahan terdekat. Nanti proses tracingnya berjalan,” jelas Bima Arya.

    Bima berharap, uji coba ini berjalan dengan baik dan semua sekolah bisa segera PTM. “Nanti ketika sudah ada penurunan status lagi menjadi level dua tentunya ada kebijakan-kebijakan lagi yang menyesuaikan, nanti lama-lama semuanya bisa tatap muka kembali,” katanya.

    Hingga saat ini, lanjut Bima, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bogor cenderung landai. Bahkan sepekan kemarin angkanya hanya bertambah 0 hingga 1 kasus per hari. “BOR juga sudah kembali normal, jauh di bawah saat awal Covid. Sekarang tinggal 37an orang yang sakit Covid di Kota Bogor dari yang sebelumnya mencapai 9.000an. Kalau tidak ada varian baru Insya Allah kita lebih cepat economic recovery,” terang Bima.

    Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SD Mardi Waluya Maria Dominika menyebut, penerapan sistem pembelajarannya hybrid (online dan offline) karena mengikuti aturan mengenai kapasitas ruang kelas.

    “Ketika pembelajaran dilaksanakan di sekolah, anak yang di rumah pun bisa mengikuti. Tapi memang sebagian murid belum diizinkan orang tua untuk tatap muka. Sehingga kami berikan opsi pembelajaran dari rumah, buat yang sudah boleh bisa ke sekolah,” ujar Maria.

    Ia pun mengaku siap mengikuti arahan-arahan yang diberikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, khususnya terkait dengan mitigasi jika ada siswa yang sakit. “Arahan Pak Wali kalau ada anak yang memang terindikasi sakit, itu sesegera mungkin untuk menghubungi puskesmas atau kelurahan supaya bisa segera teratasi,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan, 36 SD yang uji coba PTM hari ini statusnya sangat siap, baik dari sisi prokes, murid dan tenaga pengajar sudah dilakukan vaksinasi.

    “PTM ini diujicobakan sementara untuk kelas 4, 5 dan 6. Siswa kelas 1, 2 dan 3 belum kami rekomendasikan. Tetapi jika kondisinya sudah memungkinkan, maka akan disesuaikan. Kita harapkan di sekolah yang diujicobakan, ada komunikasi aktif antara sekolah dengan orangtua. Kita nanti lihat sekolah yang biasa ditunggu orangtuanya, ada yang arisan, makan-makan. Nah sekarang kan tidak boleh. Itu yang perlu kita antisipasi,” pungkasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Capres 2024

    Aprilda Sebut Ganjar-Mahfud Pasangan Ideal, Kota Bogor Optimis Menang

    18 Oktober 2023
    Ekonomi

    Cafe Daong, yang Mewah dan Bernuansa Alam Ternyata Tak Berizin

    2 Desember 2020
    Kota Bogor

    Soal MIAH, Forkopimda Hentikan Seluruh Aktivitas Dorong Musyawarah Mufakat

    27 Juli 2022
    Kota Bogor

    Tak Ikut Aturan, Dewan Desak Satpol PP Segel Gerai Mie Gacoan 

    8 Juli 2024
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Cek Stok Minyak Goreng, Atang Tampung Curhatan Pedagang Pasar

    25 Februari 2022

    BOGOR – Mencuatnya isu kelangkaan minyak goreng di pasaran ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota…

    Daerah

    APEKSI Beri Masukan ke Pemerintah Pusat Soal Penghapusan Tenaga Honorer

    11 Juni 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya menyatakan, larangan mempekerjakan honorer bagi…

    Aspirasi

    Terima Aspirasi Aksi Mahasiswa, DPRD Kota Bogor Akan Teruskan ke DPR-RI

    6 September 2022

    BOGOR – Gelombang penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terjadi di Kota Bogor.…

    Ekonomi

    Atty Somaddikarya Prihatin, Daya Beli Masyarakat Bulan Ramadhan Lesu

    26 Maret 2024

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengungkapkan keprihatinannya kepada masyarakat di bulan Ramadhan…

    Ekonomi

    Adityawarman: Koperasi Merah Putih Jangan Buka Warung

    30 Juli 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil setuju dengan pendapat Prof. Lukman M Baga…

    Daerah

    Direksi Baru Dilantik, Perumda Tirta Pakuan Akselarasi Pelayanan dan Pengembangan Bisnis

    27 Maret 2026

    BOGOR – Wali kota Bogor, Dedie A. Rachim, resmi melantik dua direksi baru di tubuh…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.