Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Angkot Usia di Atas 20 Tahun Resmi Dilarang Beroperasi, Pemkot Bogor Mulai Penertiban
    • Rampung Dibahas, Perda Penyelenggaraan Ekonomi Kreatif Jadi Kado HJB ke-544
    • Pastikan Aliran Air Penuhi K-3, Tirta Pakuan Komisioninh Jaringan di Palasari
    • Mengenang Muaz HD, Legislator PKS yang Mengabdikan Hidup untuk Dakwah dan Pelayanan Publik
    • Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
    • Jenal Mutaqin Sampaikan Keseriusan Pemkot Tangani Pendidikan
    • Pemkot Bogor Raih Predikat WTP ke-10 Kali
    • 120 Anggota DWP Kota Bogor Ikuti Pelatihan Kreativitas Kain Perca
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Olahraga » Anak Anda Kecanduan Gadget? Ini Data, Fakta Hingga Efeknya
    Gadget

    Anak Anda Kecanduan Gadget? Ini Data, Fakta Hingga Efeknya

    18 Desember 20196 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Penggunaan gadget/smartphone penduduk Indonesia saat ini sangatlah besar. Gadget sudah menjadi suatu kebutuhan dalam hidup manusia. Hasil riset dari Lembaga Riset Digital Marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia mencapai lebih dari 100 juta orang.

    Hal ini didukung data dari Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyatakan bahwa pengguna jasa internet mencapai 143 juta atau hampir 55 persen dari penduduk Indonesia yang berjumlah 262 juta jiwa. Jadi dapat disimpulkan pengguna aktif dari smartphone di Indonesia sudah hampir mencapai setengahnya.

    Seperti yang telah dikemukakan oleh psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjodjo (2014) tentang manfaat gadget yaitu mempermudah komunikasi. Gadget akan memudahkan anak untuk mencari berbagai macam informasi berita yang dibutuhkan olehnya, hal ini kan menumbuhkan literasi digital yang baik jika orang tua ikut mendampingi anaknya dalam menggunakan gadget.

    Selanjutnya gadget juga membangun kreatifitas anak, dengan berbagai macam informasi yang diperoleh, anak akan mulai memahami dan mengembangkan kreatifitas anak, terutama dalam hal belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. Hal ini akan mendukung anak dalam belajar secara mandiri terlepas dari pembelajaran formal disekolah.

    Menurut Handrianto (2013) penggunaan gadget memiliki dampak positif dan negatif, untuk dampak positifnya adalah mengembangkan imajinasi dan melatih kecerdasan anak. Melihat gambar, tulisan dan angka akan menumbuhkan daya kreatifitas, kecerdasan anak dan mengembangkan kemampuan membaca, menghitung serta rasa ingin tahu untuk menyelesaikan masalah.

    Namun penggunaan gadget secara terus menerus memberikan dampak yang buruk terhadap anak. Anak akan lebih sering menatap layar gadget daripada untuk belajar ataupun berinteraksi dengan lingkungannya. Hal ini akan mengakibatkan anak kecanduan bermain game, internet atau bahkan konten-konten yang berisi pornografi.

    Stacy DeBroff, Chief Executive dari Influence Central, mengatakan kecenderungan orang tua memberikan anak ponsel lebih awal dari yang direkomendasikan para ahli, adalah karena mereka merasa kerepotan dalam mengasuh anaknya. Apalagi jika orang tua tidak mendampingi dengan baik hal ini akan menimbulkan efek negatif yang besar.

    Dampak negatif lainnya seperti yang telah dikemukakan Susan Greenfield dalam bukunya yang berjudul Mind Change, ia menyebutkan bahwa teknologi telah mengubah cara kerja otak anak-anak. Hal ini mengakibatkan anak-anak yang memakai media sosial dan menggunakan gadget lebih rentan terkena depresi, memiliki self esteem yang rendah, dan menjadi lebih narsisistis, (Beritagar, 16/8/2018).

    Selanjutnya tingkat kematangan emosional anak rendah seperti yang dikatakan oleh Baroness Susan Greenfield “Prediksi saya adalah orang-orang nantinya akan jadi seperti anak berusia tiga tahun dalam hal emosi, mengambil risiko, kemampuan bersosialisasi yang rendah, juga identitas diri yang lemah serta kemampuan memerhatikan yang rendah,” jelas pakar yang juga merupakan peneliti senior di University of Oxford tersebut.

    “Sebuah kajian dari UCLA menemukan bahwa anak-anak yang tidak menggunakan gadget selama satu minggu ternyata punya kemampuan komunikasi non-verbal yang lebih baik dibanding kelompok anak-anak yang setiap hari menggunakan gadget mereka,” jelas pakar tersebut.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa anak-anak membutuhkan interaksi dengan lingkungannya.

    Terakhir yaitu efek dari penggunaan gadget akan mempengaruhi kesehatan tubuh kita, contohnya yaitu seorang pria mengalami buta sebelah karna strore mata usai bermain game. Awalnya, ia tidak menyadari bahwa telah kehilangan penglihatan pada sebelah matanya. Dikutip dari Nextshark, saat bangun tidur ia masih meneruskan permainannya, sampai selang lima menit penglihatan mata kirinya hilang.

    Ada juga seorang wanita yang mengalami kebutaan karna pembuluh darahnya pecah.

    “Pasien terjaga sepanjang malam dengan bermain ponselnya, saat paginya setelah dia bangun dan mengangkat teleponnya, sekitar lima menit kemudian, pasien menemukan bahwa dia tidak dapat melihat apa-apa dari mata sebelah kirinya,” kata Dr. Qiu Wangjian, dokter wanita di Rumah Sakit Rakyat Songgang, (Fox News, 14/11/2019).

    Hal ini erat kaitannya dengan peran orang tua dalam mengontrol anaknya dalam penggunaan gadget itu sendiri. orangtua dapat membuat pola dan aturan tentang penerapan penggunaan gadget. Mulai dari mengurangi waktu bermain satu jam dalam sehari, hingga anak bisa hidup tanpa cemas walau tidak memegang gadget dalam sehari.

    Selain itu orang tua juga dapat mengalihkan perhatian anak terhadap gadget dengan cara memberikan banyak kegiatan yang menyenangkan. Mulai dari permainan tradisional, bernyanyi, menari, teater dan berkegiatan di luar ruangan ataupun dengan melakukan apa yang menjadi hobi anak mereka, (seperti dilansir Suara.com, 6/11/2019 lalu)

    Seharusnya anak-anak utamanya dibawah umur 12 tahun jangan dahulu diserahkan atau diberikan gadget dahulu, karena pada umur itu seorang anak lebih baik menggunakan waktunya untuk mengenal lingkungan sekitar dan mulai belajar interaksi dengan orang-orang disekitarnya.

    Waktu dibawah umur 12 tahun adalah waktu dimana anak mendapatkan kehangatan keluarga, disini orang tua memberikan kasih sayang dan mulai mengenalkan lingkungan sekitarnya. Mengajarkan kehidupan bagi anak pada usia itu akan sangat penting dan bermanfaat bagi pembentukan sikap anak itu sendiri.

    Selain itu sebenarnya jika anak sudah terlanjur mengenal gadget, di dalam gadget sendiri sudah banyak aplikasi yang digunakan untuk mengontrol dan memantau penggunaan gadget bagi anak, jadi kita bisa menyetel durasi waktu dalam penggunaan gadget, memantau apa saja yang dilakukan anak dengan gadgetnya, dsb.

    Selanjutnya orang tua juga bisa memberikan pengetahuan bahwa penggunaan gadget yang lama akan memberikan dampak negatif bagi diri anak. Maka dengan begitu anak akan takut dan akan jarang menggunakan gadget.

    Ganti gadget dengan buku-buku bacaan yang menarik, daripada anak hanya bermain dengan gadgetnya akan lebih bermanfaat jika dia menggunakan buku sebagai sumber pengetahuan utamanya bagi anak-anak dibawah umur.

    Terlepas dari peran orang tua, lingkungan juga punya pengaruh terhadap besar pula, ketika anak pada usianya juga menggunakan gaddget maka dia juga menginginkan untuk menggunakan gadget juga. Oleh karna itu akan sangat baik ketika anak jangan terlebih dahulu untuk dikenalkan gadget.

    Orang tua juga bisa menetapkan wilayah-wilayah bebas gadget atau dilarang menggunakan gadget, misalnya saja di ruang keluarga, meja makan, dsb. supaya anak juga mengurangi penggunaan gadget yang berlebihan.

    Karena anak belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk untuk diri mereka, maka orang tua juga harus memberikan contoh yang baik terhadap anak mereka. Orang tua juga bisa dikatakan cerminan bagi anak mereka, apa yang dilakukan orang tua anak juga akan menirunya juga.

    Jadi akan lebih baik jika orang tahu dampak yang timbul dari penggunaan gadget agar mereka juga berhati-hati dalam memberikan gadget bagi anak-anak mereka.

    Gadget memanglah sangat bermanfaat bagi kehidupan kita saat ini, dari gadget kita bisa mengetahui banyak pengetahuan baru. Tapi jika terlalu sering menggunakan akan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi diri kita sendiri. Maka dari itu kita haruslah bijak dalam menggunakan gadget sebagaimana mestinya, agar kedepannya tidak merugikan kita sendiri (ays/p)

    Anak Gadget
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Covid19

    Pelaksanaan PTM di Kota Bogor Tunggu Penurunan Level PPKM

    2 Maret 2022
    Kota Bogor

    Jenal Mutaqin Sematkan Lencana Garuda untuk 350 Penggalang Pramuka

    20 Agustus 2025
    Trending

    Penyandang Disabilitas Berbuka Puasa Bersama di Vihara Dhanagun Bogor

    1 April 2024
    Pemerintahan

    PLN Mobile Menyapa Warga Cempaka Putih

    30 November 2024
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Atang Trisnanto Dukung Moratorium Minimarket di Kota Bogor

    27 April 2022

    BOGOR – Keberadaan minimarket di Kota Bogor kian lama kian menjamur. Namun, pertumbuhan jumlah minimarket…

    Daerah

    Hari Koperasi Nasional ke-75, Bima Arya Tekankan Lima Hal Ini

    29 Juli 2022

    Adaptasi, edukasi, kolaborasi, transparansi dan ekspansi menjadi lima agenda besar yang perlu dilaksanakan agar koperasi…

    Anggaran

    Komisi II Dorong APBD 2023 Berpihak Kepada Koperasi dan UMKM

    17 Oktober 2022

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor telah selesai menggelar rapat kerja dengan mitra kerja…

    DPRD Kota Bogor

    DPRD Kota Bogor Dorong Langkah Strategis Antisipasi Dampak Tarif Impor AS terhadap UMKM Lokal

    9 April 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor secara serius merespons kebijakan tarif impor 32 persen yang baru…

    Daerah

    BRI Bogor Pajajaran Salurkan Bantuan Tenda dan Kursi untuk Warga Desa Cilember

    22 November 2025

    BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) melalui BRI Branch Office Bogor Pajajaran kembali menunjukkan…

    Covid19

    Dalam Rangka Bukan Mutu Karantina, Masyarakat Diedukasi Soal Mutu Kualitas Ikan

    26 Mei 2021

    Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menghadiri Bulan Mutu Karantina 2021 di Danau LSI…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.