Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Strategi Tirta Pakuan Atasi Tantangan Distribusi Air Bersih
    • Perekonomian Tumbuh Pesat, Babakan Benahi PKL dan Sarpras
    • Langkah Inovatif Cibogor Demi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
    • Pemkot Bogor Gelar Sosialisasi PSEL, Tekankan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
    • KNPI Gelar Rakerda, Bahas Program Kepemudaan 2026
    • Antisipasi Longsor dan Pohon Tumbang, Kelurahan Ciwaringin Siagakan Keltana
    • Juni, Target Groundbreaking PSEL Bogor Raya
    • Pembongkaran Bangunan Plaza Bogor Ditarget Rampung Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Rasakan Suhu Panas? Ini Penjelasan BMKG
    Kesehatan

    Rasakan Suhu Panas? Ini Penjelasan BMKG

    16 November 20202 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Anda merasakan suhu panas beberapa hari terakhir? Ini tentu saja menjadi sebuah tanda tanya, apa penyebabnya dan bagaimana bisa terjadi.

    Badan Meterologi Klimatologi Geofisikia (BMKG) Citeko, Cisarua, melalui Kepala Stasiun Meteorologi, Asep Firman Ilahi mengatakan, suhu udara panas yang terjadi disebabkan oleh gerak semu matahari.

    “Suhu udara maksimum dalam kurun waktu tersebut di beberapa kota di pulau Jawa, Bali dan NTB tercatat antara 34-36 °C, sementara di Bogor tercatat 33-35 °C dan dengan kelembaban relatif (Relatif Humidity, RH) udara antara 45 – 55 %,” ujarnya, Senin (16/11/2020).

    Fenomena ini bukan hanya dirasakan masyarakat kota Bogor tetapi masyarakat di banyak kota di Pulau Jawa, Bali, NTB dann NTT juga merasakan hal serupa.

    “Di Puncak Bogor sendiri suhu udara Maksimum tercatat 29.1 °C pada tanggal 13 November lalu dengan RH 67%. Fenomena atmosfer ini disebabkan oleh Gerak Semu Matahari,” tambahnya.

    Firman menjelaskan, gerak semu matahari adalah gerakan matahari di Lintang di 23° Utara dan 23° Selatan.

    “Gerak semu Matahari adalah gerakan Matahari di Lintang di 23° Utara dan 23° Selatan. Karena Bumi berrotasi tidak tegak lurus dalam orbit, melainkan gerak seperti gasing dalam lintasan, sehingga sumbu Bumi akan condong ke Utara atau ke Selatan. Hal ini menyebabkan Matahari seolah olah berada di Utara dan di Selatan,” paparnya.

    Sementara itu, Firman juga membeberkan bahwa fenomena tersebut terjadi setiap tahun di mana Matahari akan melintas tepat di atas pulau Jawa, Bali dan NTT (Lintang 5° – 6° Selatan).

    “Tak heran suhu udara akan terasa sangat menyengat dan sumuk. Posisi Matahari tepat di atas wilayah ini akan terjadi 2 kali setiap tahunnya, yaitu bulan November dan April,” ungkapnya.

    Firman pun mengimbau kepada masyarakat agar terus menjaga cairan di dalam tubuh agar tidak mengalami dehidrasi akibat cuaca panas.

    “Disarankan masyarakat mengkonsumsi cairan lebih banyak untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Memakan makanan bergizi dan buah buahan juga dapat menjaga tubuh tetap sehat dan prima,” bebernya.

    Cuaca panas menyengat dalam beberapa hari ini ternyata juga dirasakan di Bojonggede, Kabupaten Bogor.

    BMKG Cuaca Iklim Suhu
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Kembangkan Wisata Mulyaharja, Pemkot Bogor Kucurkan Dana 2,8 Miliar

    25 November 2020
    Kesehatan

    Dilaporkan Hilang, Bunda Maya Ditemukan Tewas Didalam Sumur

    3 November 2020
    Kota Bogor

    Kerap Parkir Sembarangan, Dewan Desak Sepeda Listrik BEAM Stop Beroperasi di Kota Bogor

    13 Desember 2022
    Kota Bogor

    Denda Alamsyah Optimis Kesiapan Jawa Barat Gelar Event FORNAS VII 2023

    29 Juni 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Musrenbang RPJMD 2023, Bima-Dedie Fokus Tuntaskan Program Prioritas

    24 Maret 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dibawah pimpinan Bima Arya dan Dedie A. Rachim tinggal selangkah lagi…

    Ekonomi

    Pendapatan Asli Daerah Kota Bogor 2021 Naik Rp 200 Miliar

    23 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama DPRD Kota Bogor menggelar rapat paripurna di gedung DPRD, Jalan…

    Ekonomi

    Pusat Harus Ikut Maksimalkan Potensi Heritage di Tiap Daerah

    19 September 2022

    Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) menggelar seminar nasional bertajuk ‘Langkah Strategis Menghadapi Persaingan Global di…

    Ekonomi

    Promosikan Pasar Tradisional, Sekda Syarifah Sofiah Belanja di Pasar Jambu Dua

    11 Agustus 2024

    BOGOR – Dalam upaya mencintai dan mempromosikan pasar tradisional, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah…

    Ekonomi

    Adityawarman Resmikan Job Fair 2025 Kota Bogor

    16 Oktober 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil bersama Wakil Walikota Bogor Jenal Mutaqin meresmikan…

    Ekonomi

    Cafe Daong, yang Mewah dan Bernuansa Alam Ternyata Tak Berizin

    2 Desember 2020

    Barayanews.co.id – Keberadaan Cafe Daong, di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, ternyata belum mengantongi…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.