BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menggenjot pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat di Kelurahan Cilendek Barat dengan memprioritaskan lapangan sepak bola pada tahap awal. Fasilitas olahraga yang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare ini ditargetkan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pada akhir tahun 2026 guna memperluas akses sarana rekreasi dan kebugaran di luar pusat kota.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan GOM Bogor Barat, Jumat (16/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memantau perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pemerataan fasilitas olahraga hingga ke wilayah pinggiran.
“Yang pasti kita ingin memastikan bahwa pembangunan itu bukan hanya di tengah kota,” ujar Dedie di lokasi.
Kawasan yang berada di Kelurahan Cilendek Barat dan Sindang Barang ini nantinya akan dikembangkan menjadi pusat sarana olahraga terpadu yang dapat digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Sejumlah fasilitas penunjang direncanakan hadir, di antaranya lapangan sepak bola, voli, bulu tangkis, dan basket. Selain itu, Pemkot Bogor juga merancang fasilitas untuk olahraga bela diri serta sarana ramah atlet difabel.
Kendati demikian, pembangunan seluruh fasilitas tersebut dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran. Pada tahun anggaran 2026, Pemkot Bogor mengalokasikan Rp6 miliar untuk pekerjaan awal berupa pematangan lahan. Selanjutnya, tambahan anggaran sebesar Rp11 miliar direncanakan pada tahun 2027, sehingga total alokasi anggaran untuk dua tahun tersebut mencapai Rp17 miliar.
“2026 pematangan lahan. Untuk tahap awal saya targetkan mini soccer dulu, lapangan sepak bola ukurannya standar internasional, 60×40 meter,” jelas Dedie.
Ia berharap lapangan sepak bola tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh warga, khususnya anak-anak di wilayah Bogor Barat, sembari proses pembangunan fasilitas lainnya terus berjalan secara paralel. Kehadiran lapangan ini juga diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan berbagai kejuaraan lokal dengan standar ukuran yang memadai.
Di samping fasilitas olahraga, Pemkot Bogor turut memberikan perhatian serius terhadap aspek lingkungan di sekitar kawasan pembangunan. Dedie menegaskan adanya mata air di lokasi tersebut harus dijaga dan dilestarikan kelestariannya.
“Di sini juga nanti akan ada kolam retensi karena tadi saya lihat ada mata air yang tidak boleh diganggu gugat. Harus kita pelihara, kita jaga, bahkan kita hijaukan kembali,” tegasnya.
Berdasarkan laporan di lapangan, progres fisik pembangunan saat ini berada di kisaran 12 persen, dengan deviasi sekitar tiga persen dari target yang ditetapkan. Meski demikian, Pemkot Bogor tetap optimis pekerjaan tahap awal dapat tuntas sesuai rencana agar lapangan sepak bola bisa segera diakses masyarakat.
“Insyaallah target di tahun ini tercapai. Lapangan sepak bola untuk anak-anak wilayah Bogor Barat sudah bisa dimanfaatkan sambil pembangunan berjalan,” pungkasnya.
