BOGOR – Pasar Merdeka Kota Bogor siap kembali difungsikan setelah proses revitalisasi rampung. Ratusan pedagang yang selama ini menempati tempat penampungan sementara (TPS) dijadwalkan mulai pindah ke bangunan baru di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Bogor Tengah, pada November 2026.
Manager Divisi Teknik Pembangunan dan Pemeliharaan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Ruly Indrawan mengatakan, bangunan Pasar Merdeka telah siap digunakan untuk aktivitas perdagangan. Saat ini, pengelola tinggal mempersiapkan proses perpindahan pedagang eksisting.
“Saat ini pasar sudah siap difungsikan secara operasional oleh pedagang eksisting. Rencananya pedagang akan menempati Pasar Merdeka bulan November 2026,” ujar Ruly, Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat (FAM), Martin Rustandi menyampaikan, fasilitas utilitas utama pasar sudah tersedia dan telah melalui uji coba. Meski demikian, pengelola masih melakukan sejumlah penyempurnaan berdasarkan masukan dari pedagang.
Penyempurnaan tersebut di antaranya perubahan meja dagangan dan penambahan stopkontak untuk menunjang aktivitas berjualan.
“Kalau dari utilitas, sudah siap. Listrik dan air sudah mengalir dan sudah dites juga. Tinggal beberapa perubahan kecil sesuai permintaan pedagang. Mudah-mudahan November sudah tidak ada kendala dan pedagang sudah bisa masuk,” kata Martin.
Pasar Merdeka dirancang memiliki beberapa lantai dengan peruntukan berbeda. Lantai dasar menyediakan kapasitas 255 los meja dan los lesehan yang sebagian besar diperuntukkan bagi pedagang komoditas basah dan sembako.
Sementara itu, lantai satu memiliki 166 kios untuk pedagang onderdil, pisang, dan pakaian. Pengelola juga menyiapkan sekitar 30 unit tempat bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Jalan Merdeka, dekat kawasan PGN.
“Lantai dua rooftop lebih untuk pedagang non eksisting, makanya desainnya tergantung kepada penyewa. Tempat itu kami siapkan lebih untuk pedagang kuliner,” imbuh Martin.
Selain menyediakan ruang perdagangan, konsep penataan Pasar Merdeka juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, nyaman, dan menarik bagi pengunjung. Salah satunya melalui penambahan mural bergambar sayuran dan buah-buahan di area lantai dasar.
“Kami tidak hanya menyediakan tempat untuk berjualan saja, tapi ada sesuatu yang bikin orang tertarik datang ke pasar, jika pasarnya bersih, nyaman, dan ada hal baru yang menarik bagi pembeli,” katanya.
Martin menjelaskan, desain bangunan dan fasilitas pendukung disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja. Pengelola juga mempersiapkan sarana kebersihan, tempat sampah, serta instalasi air dan listrik guna menunjang kebutuhan operasional pasar.
Di samping itu, berbagai persyaratan juga mulai disiapkan untuk mendukung penilaian Pasar Merdeka sebagai pasar berstandar nasional Indonesia (SNI).
Setelah seluruh pedagang eksisting menempati bangunan baru, pekerjaan selanjutnya akan difokuskan pada pembongkaran TPS dan penataan kawasan di luar gedung.
Penataan tersebut meliputi area parkir, taman, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tempat sampah, drainase, hingga jalur pedestrian.

