Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Gulat Kabupaten Bogor Sabet 1 Emas di Porprov Jabar 2026
    • Kolaborasi LBH Bapeksi dan Repdem, Warga Bogor Kini Punya Akses Bantuan Hukum Gratis
    • Atlet Junior Antar Judo Kota Bogor Lampaui Target 9 Medali Emas, Bidik Juara Umum
    • ‎Cabor Soft Tenis Kabupaten Bogor Juara Umum Porprov XV Jabar 2026
    • Kempo Kota Bogor Bidik Enam Medali Emas di Porprov XV Jabar 2026, Andalkan Hasil Try Out di Jepang
    • Ketua Kontingen Beri Arahan Tenaga Pendukung Porprov XV Tahun 2026
    • Lantik Pengurus DPPI 2026-2030, Jenal Titip Pesan Edukasi Pancasila
    • Dedie Rachim Paparkan Komitmen Pemkot Bogor dalam Keterbukaan Informasi Publik
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » KIS-PBI Tidak Aktif, Atty Somaddikarya Jengkel
    Kesehatan

    KIS-PBI Tidak Aktif, Atty Somaddikarya Jengkel

    30 Juli 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Fasilitas Kartu Indonesia Sehat – Penerima Bantuan Iuran (KIS – PBI) yang diberikan pemerintah nyatanya tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat. Pasalnya, salah seorang warga Kota Bogor terkendala dengan jaminan kesehatan tersebut.

    Diakui Nuryati, warga Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Kepada wartawan, ia mengaku kartu KIS – PBI yang dimilikinya dalam status tidak aktif.

    “Kartunya (KIS-PBI) tidak aktif, saya diarahkan ke kantor BPJS, pas sudah sampai sana hanya melayani yang mandiri, saya ke kelurahan lagi, kemudian dikasih link buat cek status, tapi pelayanan BPJS khususnya PBI sedang mengalami gangguan,” jelas Nuryati.

    Nuryati yang tengah hamil 5 bulan mengaku khawatir dengan kondisi seperti ini. “Saya takut pas saya mau persalinan, kartu KISnya belum aktif sementara sistemnya belum selesai diperbaiki. Jadi saya mau urus-urus ini dari awal biar ga ribet nantinya,” jelasnya.

    Diakui Nuryati, di usianya yang menginjak 41 tahun sangat rentan menghadapi proses persalinan. “Ditambah yang dikhawatirkan di usia saya yang udah 40an rentan untuk melahirkan normal, jadi kalau caesar saya ngga terlalu bingung soal biaya karena KIS-PBI nya aktif,”

    Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Fahrudin mengatakan sistem untuk mengakses KIS-PBI sudah diganti dengan aplikasi lain.

    “Aplikasinya aja yang diganti, yang lainnya tetap,” kata dia.

    Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya kesal dengan lemahnya pelayanan di bidang kesehatan.

    “Ini sangat merugikan masyarakat, saat akan digunakan yang sifatnya darurat, kartu kis-pbi nya malah tidak aktif. Kalaupun aplikasinya diganti, kenapa tidak disosialisasikan?,” beber politisi PDI Perjuangan itu.

    “Terus kalau web service rusak yang mau pake kartu harus nunggu betul dulu? Mau sampai kapan? Ini menjadi kerugian bagi masyarakat peserta KIS-PBI,” ketus dia.

    Ia mengatakan, seharusnya ada solusi ketika sistem mengalami gangguan. “Ini jangankan sekedar diaktifkan yang daftar baru tidak bisa dilayani, jika memang rusak harusnya ada solusi, agar pelayanan tetap berjalan. Dalam posisi sulit seperti sekarang harusnya memberi pelayanan yg mudah dan cepat. Kerusakan seharusnya segera diperbaiki,” bebernya.

    Seharusnya, lanjut dia, apa yang sudah diberikan pemerintah dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat ketika dibutuhkan terlebih dalam sektor kesehatan.

    Terlebih ia terheran lantaran Kartu KIS-PBI yang tidak aktif. “Biasanya yang ga aktif yang mandiri karena ada tunggakan, Nah, kalau yang PBI tidak aktif lebih aneh lagi, seharusnya tidak ada alasan tidak aktif karena sudah dibayarkan dan dianggarkan setiap tahun oleh APBD,” jelasnya.

    “Secara akal sehat kalau PBI tidak aktif apa kendalanya? Jadi pertanyaannya tidak bayarkan iurannya? Jika masyarakat peserta KIS-PBI dalam kondisi darurat di RS masa sih harus bayar dengan status pasien umum!,” tambah dia.

    Kata Atty, kejadian ini menunjukan bahwa Dinas terkait tidak peka dan bergerak cepat dalam melakukan perbaikan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    “Ini benar-benar sangat merugikan masyarakat dan menunjukan dinas terkait tidak peka pada persoalan ini tidak gercep melakukan perbaikan dan langkah-langka kemudahan bagi masyarkat,” tandasnya.

    Sementara, Kepala BPJS Kota Bogor, Fahrurozi mengungkapkan bahwa proses maintenance untuk keamanan data peserta masih belum selesai, hal itu merupakan bentuk antisipasi BPJS untuk menjaga kebocoran data peserta.

    “Karena sistem solid Dinsos Kota Bogor langsung masuk mengakses ke database tersebut. Sedanh kita kejar kapan estimasi waktu selesai nya,”

    Ia melanjutkan, solusi sementara sudah disampaikan ke Dinsos Kota Bogor. “Untuk sementara melakukan pendaftaran secara manual sampai sistem bisa diakses kembali. Siang ini dinsos rumuskan langkah-lanhkahnya,” jelasnya lewat pesan singkat whatsapp.

     

     

     

     

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    92 Orang Pelaku Tawuran Dibekuk Polisi

    25 Februari 2022
    Kota Bogor

    THE 1O1 Hotel Bogor, Meriahkan Ramadan Hingga Liburan ke Thailand

    20 Maret 2024
    Kota Bogor

    Perumda Pasar Pakuan Jaya dan Kejaksaan Negeri Kota Bogor Perkuat Sinergi Melalui MoU Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

    13 Februari 2026
    Buka Puasa Bersama

    Hadiri Bukber di Vihara Dhanagun, Heri Cahyono Bangga Dengan Toleransi Umat Beragama Kota Bogor  

    14 April 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang di Pasar Kota Bogor Tetap Berjualan

    1 Maret 2022

    BOGOR – Seolah mengikuti tren kenaikan harga kedelai yang menyeret harga tahu tempe, kini harga…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor – IAI Tazkia Tandatangani MoU

    16 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Agama Islam (IAI) Tazkia…

    BBM

    Pemicu Inflasi, Ketua DPRD Kota Bogor : Batalkan Kenaikan BBM

    9 September 2022

    BOGOR – Keputusan Pemerintah menaikkan harga BBM di tengah situasi ekonomi yang sulit seperti saat…

    Ekonomi

    BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika Melaksanakan Layanan Terbatas Cuti Bersama Idul Adha 1445 Hijriah

    19 Juni 2024

    BOGOR – BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika melaksanakan Layanan Terbatas dalam rangka Cuti…

    Ekonomi

    Kerja Sama Perumda Tirta Pakuan Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Nilai Aset

    26 Agustus 2025

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah agar dapat…

    Daerah

    Kelurahan Katulampa Dorong Pengembangan Wahana Ngalun di Bendung Katulampa

    16 April 2026

    BOGOR – Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, terus menggali potensi wisata yang dimiliki wilayahnya sebagai…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.