Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Banu Lesmana Bagaskara: Daerah Tidak Terikat Desil DTSEN Seperti Pusat, SE Sekda Kota Bogor Wajib Dicabut
    • Hadiri Agenda Strategis di Sumbawa, DPP PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi
    • Vibro DPUPR Kota Bogor Dirusak, Pengerjaan Trase PSEL Kayumanis Terhambat
    • Bupati Bogor Cup Satukan Jurnalis Lintas Organisasi Lewat Mini Soccer
    • Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil Hadiri Mukota VIII Kadin, Tekankan Sinergi Pembangunan
    • Gebrakan Baru Kadin Kota Bogor: Di Tangan Arwinsyah Putra, Produk UMKM Lokal Siap Tembus Pasar Ekspor
    • Angkot Usia di Atas 20 Tahun Dilarang Mengaspal
    • Percepatan Pembangunan, Pemkot Bogor Tambah PPK Bersertifikat Melalui Pelatihan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Final Ideal Euro 2020, Tim Generasi Emas vs Tim Transisi Bintang
    Kesehatan

    Final Ideal Euro 2020, Tim Generasi Emas vs Tim Transisi Bintang

    10 Juli 20216 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR– Bertemunya Timnas Inggris dengan Timnas Italia di partai puncak Euro 2020 pada 12 Juni mendatang di Stadion Wembley, London bisa disebut final ideal. Duel nanti juga layak disebut sebagai perang bintang antara tim yang sedang menikmati generasi emasnya, menghadapi kesebelasan yang bisa dibilang masih dalam transisi dari generasi bintang terdahulunya. Sebagaimana diketahui, Gli Azzurri tidak tampil gemilang dan terkesan turun naik pada perhelatan internasional pasca menjuarai Piala Dunia 2006 dan dipermalukan empat gol tanpa balas pada helatan piala eropa 2012 melawan tim bertabur bintang kala itu, Spanyol.

    Mereka sama-sama belum tersentuh kekalahan sejak fase grup. Timnas Italia sempat ditahan imbang Spanyol di semifinal lalu. Tapi mereka berhasil memang lewat adu penalti.

    Sedangkan Inggris, mereka sempat ditahan Skotlandia di fase Grup D. Setelah itu, semua lawan berhasil dipecundanginya. Termasuk tim tangguh Jerman.

    Pelatih Persik Kediri, Joko ‘Getuk’ Susilo mengakui jika final Euro kali ini sangat menarik. “Layak juga disebut final ideal. Karena mereka belum terkalahkan dan punya karakter permainan masing-masing,” kata mantan pelatih Arema FC ini.

    Dia menyebut Italia kuat di sektor pertahanan. Sementara Inggris, punya lini depan menakutkan. Dua kelebihan itu akan saling berhadapan di final. Striker sekelas Harry Kane di skuat Inggris akan berhadapan dengan duet stoper gaek Italia, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci.

    “Italia punya formasi pakem 4-3-3. Mereka sebenarnya bermain menyerang. Tapi justru lini pertahanannya yang terlihat tangguh. Sedangkan Inggris lebih fleksibel formasinya. Kadang main dengan 4 atau 3 pemain belakang. Tergantung kebutuhan permainan mereka mau seperti apa,” jelasnya.

    Disini akan dijelaskan sejumlah pemain kunci masing-masing tim di final ini. Seperti yang disebutkannya, Italia didominasi pemain belakang. Sedangkan Timnas Inggris sektor depan. Nama-nama itu bakal berkontribusi besar untuk membuat timnya jadi juara di Euro 2020. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

    Pemain Kunci Italia

    Timnas Italia berhasil mengunci satu tempat di final Euro 2020 usai menumbangkan Spanyol lewat drama adu penalti. Jorginho yang menjadi penendang terakhir sukses memastikan kemenangan setelah tendangannya gagal diadang Unai Simon.

    Guanluigi Donnarumma
    Kiper jangkung ini baru kemasukan 3 gol selama Euro 2020 digelar. Jumlah yang minim. Selain punya tembok duet stoper senior, Chiellini dan Bonucci, dia juga terlihat tangguh dibawah mistar. Banyak penyelamatan dilakukan Donnarumma. Terutama ketika berjumpa tim kuat seperti Belgia dan Spanyol.

    “Dia masih 22 tahun. Tapi sudah punya banyak pengalaman dan tampil luar biasa untuk negaranya. Posturnya tinggi (196 cm), diimbangi dengan reflek yang bagus. Salah satu kiper terbaik di dunia saat ini,” pujinya. Donnarumma sudah matang di usia muda. Dia berhasil menggantikan kiper legendaris Italia, Gianluigi Buffon. Bisa jadi lini depan Inggris frustasi dengan ketangguhannya dibawah mistar.

    Giorgio Chiellini
    Usianya sudah tidak muda lagi. Bek yang memperkuat raksasa Italia, Juventus itu sudah memasuki 36 tahun. Namun, usia tak menggerogoti fisiknya ketika tampil di atas lapangan. Chiellini masih tetap jadi bek kokoh yang sulit dilewati lawan. Dia tak goyah ketika berhadapan dengan striker tipikal gesit atau yang mengandalkan postur jangkung.

    Chiellini dikenal sebagai stoper yang tak kenal kompromi. Dia mengandalkan fisiknya yang tangguh untuk berduel dengan striker lawan. Meski tak secepat dulu lagi, mantan pemain Fiorentina ini masih bisa membuat penyerang sekelas Romelu Lukaku (Belgia) dan Alvaro Morata (Spanyol) tak banyak punya peluang emas. Selain itu, dia punya peran sebagai leader. Karena ditunjuk pelatih Italia, Roberto Mancini sebagai kapten tim.

    Leonardo Bonucci
    Pasangan serasi Chiellini baik di klub maupun di timnas. Sebenarnya dia sama gaeknya. Karena sudah berusia 34 tahun. Namun Bonucci masih bisa membuat pertahanan Italia solid. “Italia dari dulu punya banyak pemain belakang bagus. Sekarang Bonucci juga. Meski tidak muda, tapi pertahanannya sulit ditembus. Sistem grendel muncul kalau sudah menghadapi lawan yang punya karakter menyerang,” kata Getuk.

    Secara karakter, sebenarnya Bonucci tak beda jauh dengan Chiellini. Tapi dia lebih tenang dalam melakukan intersep. Selain itu, bek yang sempat membela AC Milan musim 2018 ini juga sempat jadi kapten di klub. Sehingga dia jadi leader layaknya Chiellini.

    Jorginho
    Gelandang kelahiran Brasil ini jadi otak serangan Italia dari lini tengah. Dia bisa mengubah tempo permainan. Jika Italia sedang bertahan, Jorginho yang bertugas mengalirkan bola ke depan saat melakukan serangan balik. Bisa dibilang dia memainkan peran Andrea Pirlo di timnas Italia beberapa tahun lalu.

    “Jorginho ini jadi salah satu pemain kunci Italia. Sebenarnya, tim ini bermain menyerang. Tapi transisinya cepat menjadi bertahan ketika diserang lawan. Begitu dapat bola, Jorginho bisa membuat serangan balik yang cepat,” jelas Getuk.

    Sebenarnya, lini depan juga punya peran tak kalah sentral. Ada Federico Chiesa dan Lorenzo Insigne dengan kecepatannya bisa mengejar bola daerah yang dilepaskan Jorginho. “Sebenarnya Italia ini punya banyak pemain bagus yang sesuai dengan kebutuhan formasi Mancini. Mereka bukan nama besar di sepak bola dunia. Tapi pemain penting di klub masing-masing,” sambungnya.

    Pemain Kunci di Inggris

    Harry Kane

    Striker paling komplit di Inggris. Postur jangkung, skill bagus dan punya kecepatan juga. Penyerang asal klub Tottenham Hotspur ini mulai tajam di fase knock out Euro 2020. Sejak 16 besar dia mulai mencetak gol. Masing-masing ke gawang Jerman, Ukraina dan Denmark.

    “Dia pemain paling bahaya di lini depan Inggris. Sudah pasti Kane jadi andalan utama mencetak gol ke gawang Italia,” kata Getuk. Striker 27 tahun ini juga ditunjang para pemain sayap cepat yang bisa melayaninya. Seperti Raheem Sterling, Bukayo Saka dan lainnya. Tak menutup kemungkinan gawang Italia jadi sasaran ke empat yang dibidik Kane di ajang ini.

    Raheem Sterling
    Terkadang beroperasi di sayap, tapi bisa juga jadi second striker. Itu yang membuat Sterling jadi ancaman lini belakang lawan. Pemain Manchester City itu punya skill dan kecepatan di atas rata-rata. Di fase grup, dia bukan sekedar jadi pengatur serangan tim. Tapi juga pemecah kebuntuan. Inggris hanya bisa mencetak dua gol di fase Grup D. Dua gol itu semua diborong Sterling.

    Meski di fase gugur dia belum mencetak gol, namun kontribusinya tetap besar. “Sudah tidak perlu ditanya lagi kalau Sterling pasti masuk pemain kunci. Dia cukup dominan sebagai pemain yang bisa bergerak liar. Ini yang sulit dihentikan lawan,” tegasnya.

    Bukayo Saka
    Usianya masih 19 tahun. Tapi bagi Getuk, Saka jadi pemain penting Inggris. Karena kecepatannya di sektor sayap bisa membuat celah di pertahanan lawan. “Saka ini pemain yang baru muncul. Tapi dia punya kecepatan dan bahaya bagi lawan,” katanya.

    Saka baru musim 2020/2021 jadi pemain regular di klubnya, Arsenal. Sebelumnya di masih sering tampil di tim U-23 Arsenal. Tapi dia bisa memanfaatkan momentum Euro ini jadi pembuktian jika dia punya potensi besar di usia muda. “Jangan sampai memandang pemain ini sebelah mata. Setiap tim lawan harus memberikan perhatian khusus kepadanya,” jelas dia.

    Luke Shaw
    Posisinya sebagai bek kiri. Tapi dia masuk pemain kunci karena rajin membantu serangan. Pemain yang sempat mengalami cedera patah tulang di Manchester United musim 2015 ini banyak menyuplai bola bagi lini tengah dan depan Inggris. “Pastinya tugas utama Shaw mengawal pertahan sebelah kiri. Tapi dia rajin sekali naik kedepan. Crossingnya bisa membuat lini depan Inggris punya banyak peluang,” kata Getuk.

    Bek sayap modern dan punya fisik bagus pastinya yang bisa melakukan hal seperti itu. Shaw bisa cepat kembali ke posisinya ketika Inggris kehilangan bola. Tapi saat lawan Italia, dia harus lebih waspada. Karena banyak pemain depan dan sayap yang punya kecepatan untuk melakukan serangan balik.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Operasional Biskita Dihentikan Sementara, Dewan Segera Panggil Pemkot Bogor dan PDJT

    3 Januari 2022
    Jawa Barat

    Pemkot Bogor Terima Bantuan CSR 10 Gerobak dan 3 Kontainer Tempat Sampah

    12 Juli 2022
    Forum Genre

    PIK Remaja Aregam dan Forum Genre Kota Bogor Juara 1 Tingkat Jabar

    22 Desember 2022
    Bencana

    Wali Kota Bogor dan Rektor IPB Antarkan Adzra Nabila ke Peristirahatan Terakhirnya

    17 Oktober 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Tingkatkan Kualitas Pelaku Usaha, Diskop & UMKM Gaungkan Program Bogor Hitz

    25 Mei 2021

    Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor menggeber program Bogor Hitz demi meningkatkan daya beli masyarakat dan kualitas pelaku UMKM ditengah dampak pandemi covid-19.

    Daerah

    BKAD Gelar Sosialisasi UU Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Perpajakan

    19 Mei 2022

    Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor menggelar sosialisasi bendahara pengeluaran di Ibis…

    Ekonomi

    Evaluasi Reformasi Birokrasi, Bima Arya Paparkan Berbagai Program Inovasi di Kota Bogor

    20 Agustus 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memaparkan perkembangan reformasi birokrasi di Kota Bogor. Hal ini dilakukan…

    Edukasi

    Bima Arya Kukuhkan TPAKD, Percepat Akses Keuangan

    20 Juli 2023

    Wali Kota Bogor, Bima Arya mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bogor di…

    Daerah

    Pasar Gembrong Sukasari Siap Diresmikan

    9 Juni 2025

    BOGOR – Progres pembangunan Pasar Gembrong Sukasari di Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor…

    Daerah

    Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

    28 Januari 2026

    BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.