Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Antisipasi Cedera Atlet di Ajang Porprov, Pemkot Bogor Siapkan Tim Medis Khusus
    • Pemkot Bogor Matangkan Evaluasi Trase Baru Batutulis, Peresmian Dijadwalkan Dihadiri Gubernur Jawa Barat
    • Pemkot Bogor Pastikan Kematangan Persiapan Jelang Porprov XV 2026
    • Rayakan Sumpah Pemuda, Katar Sukadamai Gelar Jalan Sehat
    • Diikuti 250 Fighter, Jenal Mutaqin Apresiasi B2 Unleashed
    • Pasar Merdeka Bogor Siap Beroperasi, Ratusan Pedagang TPS Pindah November
    • Matangkan Venue dan Maksimalkam Anggaran, Kota Bogor Pastilan Kesiapan Porprov XV 2026 Jabar
    • Pemkot Bogor Akan Kirim Karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk Belajar Pengurangan Kehilangan Air di Korea
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Atty Somaddikarya » Desa di Selandia Baru ingin Merelokasi Ayam Liar
    Internasional

    Desa di Selandia Baru ingin Merelokasi Ayam Liar

    27 November 20192 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    barayanews – Dewan Kota Auckland dan Dewan Wilayah Waitakere di Selandia Baru mengambil keputusan untuk merelokasi ayam liar lokal terkenal di Desa Titirangi pada Oktober 2019 karena mewabahnya hama tikus hitam besar.

    Namun, keputusan ini sepertinya sulit dilaksanakan karena masih ada sekitar 30 ekor ayam yang tampaknya sulit ditangkap dari total 183 ekor ayam saat ini.

    Ketua Dewan Manajemen Operasional, Agnes McCormack, menyebutkan ada kemungkinan sejumlah ayam masih berkeliaran di desa ini di masa depan.

    “Meskipun kami berniat merelokasi semua ayam lokal, tampaknya ini tidak memungkinkan,” kata McCormack seperti dilansir Stuff pada Rabu, 20 November 2019.

    Ini membuat sejumlah ayam bakal berkembang biak lagi di masa depan. Ayam-ayam ini disalahkan sebagai penyebab datangnya tikus sebesar kucing yang seringkali berkeliaran di desa.

    Tikus-tikus hitam itu terlihat berkeliaran di dekat toko dan lapangan parkir mobil.

    Karena buang kotoran sembarangan dan mengganggu lalu lintas, ayam lokal ini juga dianggap menimbulkan masalah.

    “Hanya dibutuhkan satu orang tidak berpikir panjang untuk melepas kembali ayam-ayam ke semak-semak dan masalah ini akan berulang lagi,” kata McCormack.

    Menurut dia, ayam-ayam ini berkeliaran di berbagai lokasi seperti rumah pribadi hingga kawasan komersil.

    Saat ini, Dewan Kota menyewa penangkap unggas, yang telah mencoba berbagai cara.

    “Kami berencana menangkap mereka semua tapi kotoran ayam bertebaran dimana-mana ini harus dihadapi terus di masa depan,” kata Greg Presland, seorang pejabat setempat.

    Seorang pemilik kafe, Thomas Rapana, di Titirangi, Selandia Baru, meyakini upaya dewan kota untuk merelokasi semua ayam di desanya sebagai tindakan sia-sia. “Saya sudah berada di sini selama 25 tahun. Berapapun banyaknya ayam berkeliaran yang ditangkap akan selalu ada ayam lain,” kata Rapana.

    (bn/by)

    ayam selandia baru
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Bacawalkot 2024

    Akhir Masa Kampanye, Sendi-Melli Konvoi dan Gelar Pesta Bogor Hepi

    23 November 2024
    Festival

    Sandiaga Uno dan Bima Arya Meriahkan PHRI Biketour 2022 di Bogor

    6 Agustus 2022
    Apresiasi

    Pertumbuhan Ekonomi Kota Bogor Diatas Nasional, Bima Arya Apresiasi Kadin

    9 Maret 2023
    Bantuan Sosial

    Kantor Pos Kota Bogor Mulai Salurkan BLT BBM

    16 September 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Cuaca

    Jokowi ke Bogor, Warga Pasar Diguyur Bantuan 

    31 Mei 2022

    BOGOR – Presiden Jokowi mengecek harga dan ketersediaan minyak goreng sekaligus membagikan bantuan sosial (bansos)…

    Edukasi

    Kunjungi PDAM Padang, Rino Cs Paparkan Pelayanan Air dan Peningkatan Ekonomi

    23 Agustus 2022

    BOGOR – Di sela berlangsungnya kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia…

    Ekonomi

    APEKSI Dukung Pemindahan IKN, Bima Arya: Ini Langkah Berani dan Visioner

    19 Desember 2022

    Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (APEKSI) mendukung program pemerintah pusat terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN)…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan 

    20 Mei 2025

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi…

    Daerah

    Trem di Kota Bogor Diuji Coba 2026

    19 Desember 2025

    Rencana pengembangan transportasi Trem di Kota Bogor memasuki babak baru. Pemkot dan PT Industri Kereta…

    Daerah

    Dikelola Ibu-ibu Lansia, KWT Kebon Pedes Jadi Poros Ekonomi

    20 Agustus 2026

    BOGOR – Kelurahan Kebon Pedes, atau yang akrab disebut warga sebagai Bondes, terus bertransformasi menjadi…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.