Kota Bogor

Praktisi Hukum Desak UI Transparan soal Gelar Doktor Cumlaude Bahlil Lahadalia

 

BOGOR – Praktisi hukum Deolipa Yumara mendesak Universitas Indonesia (UI) untuk transparan dalam proses investigasi terkait gelar doktor cumlaude Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Deolipa mencurigai adanya dugaan gratifikasi dalam pemberian gelar tersebut.

“Kalau dugaan (gratifikasi) seperti ini, apalagi tiba-tiba cumlaude, ini dugaan gratifikasi ini ada. Apalagi mereka yang mempromosikan diduga adalah orang dekatnya si Bahlil,” ujarnya kepada media, Selasa (17/12).

Deolipa juga menyoroti sejumlah kejanggalan, seperti ketidaksesuaian masa studi dengan predikat cumlaude, hingga dugaan pencatutan data dalam disertasi Bahlil. Menurutnya, hal ini perlu direspons serius oleh pihak rektorat UI.

“Paling tidak, kalau ada pelanggaran, gelarnya diganti jadi doktor biasa atau dibatalkan, meskipun itu akan mencoreng nama baik UI,” katanya.

Deolipa mengungkapkan, kasus ini telah memicu reaksi keras dari para alumni UI yang tergabung dalam Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI). Mereka telah membuat petisi yang kini telah ditandatangani sekitar 20 ribu orang.

“Isinya mendesak gelar doktor si Menteri Bahlil itu dievaluasi atau dibatalkan. Ini penting untuk menjaga kredibilitas kampus,” jelasnya.

Ia juga meminta Rektor UI dan jajaran pimpinan baru kampus untuk memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini. Deolipa menegaskan, gelar doktor cumlaude harus didukung oleh data yang valid dan karya akademik yang sempurna.

“IPK cumlaude itu paling tidak 3,9 sampai 4. Tapi kalau datanya tidak akurat atau mencuri milik orang lain, itu tidak layak. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang datanya dicatut juga sudah komplain,” katanya.

Deolipa menambahkan, jika predikat cumlaude diberikan dengan data yang dipertanyakan, maka hal itu tidak hanya merugikan pihak terkait, tetapi juga mencoreng nama baik UI sebagai institusi pendidikan.

“Kami minta Rektor UI dan Dewan Wali Amanat UI untuk transparan soal hasil penilaian dan investigasi terkait gelar ini,” pungkasnya.

 

Share

Recent Posts

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

BOGOR - Asosiasi Usahawan Depot Air Minum Sehat Indonesia (AUDAMSI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota…

2 hari ago

Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV

BOGOR – Sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026, Kota…

2 hari ago

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

BOGOR - Pemeriksaan kanker payudara dan kanker serviks terus didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama…

2 hari ago

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengikuti Rapat Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan…

2 hari ago

Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen

BOGOR - Progres pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, saat…

2 hari ago

Pemkot Bogor Perkuat Implementasi SAKIP untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui berbagai program peningkatan kinerja instansi terus melakukan langkah-langkah…

3 hari ago

This website uses cookies.