Kota Bogor

Polresta Bogor Kota Berhasil Bekuk Pengoplos Gas Melon

BOGOR – Polresta Bogor Kota membongkar praktek pengoplosan gas elpiji bersubsidi di Kota Bogor. Dalam kasus ini, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku.

Pelaku yang diamankan yakni inisial T alias Agil dan N alias Joko. Dari tangan pelaku polisi menyita 1 unit truck dengan Nopol B 9835 WDA, 1 unit mobil pick up dengan Nopol F 8642 HR, 280 tabung gas ukuran 3 kg, 55 tabung gas ukuran 12 kg, 30 stik atau alat suntik, 13 segel tabung gas 3 Kg, dan 45 segel tabung gas 12 kg.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan kasus terbongkar setelah petugas patroli mencurigai terhadap kendaraan truk warna merah dan mobil pikup sedang terparkir di Perumahan Ziara Valley Bogor, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Di bak kendaraan tersebut terdapat tabung gas bersubsidi dan gas 12 kg.

“Lalu anggota mengecek ke dalam rumah dan terdapat 6 orang sedang melakukan kegiatan memindahkan dari tabung gas bersubsidi ke tabung gas 12 kg,” kata Bismo, Senin (13/5/2024).

Dari hasil penelusuran petugas, mereka memasarkan secara langsung ke warung kelontong di kawasan perumahan di daerah Bogor dan sekitarnya.

“Modusnya para pelaku membeli tabung gas 3 kg bersubsidi dari pangkalan atau setiap yang menawarkan, setelah terkumpul para pelaku memindahkan gas dari tabung 3 kg dipindahkan ke tabung 12 kg nonsubsidi dan dijual kembali,” terangnya.

Bismo menyebut, kedua tersangka memiliki peran yaitu sebagai pengoplos gas. Sementara seorang pria berinisial S, yang berperan sebagai pemodal masih dalam tahap pengembangan.

“Saudara S yang mengajarkan Agil dan Joko menyuntik gas. S juga yang membayar upah kepada Agil, Joko, sopir dan kernet,” ucapnya.

Bismo mengatakan tabung gas 12 kg dijual seharga Rp 135.000 per tabung atau dengan cara diecer seharga Rp 185.000 per tabung.

Praktik curang mengoplos gas elpiji bersubsidi yang dilakukan para tersangka baru dilakukan satu minggu.

“Dari hasil usaha itu para tersangka mendapat keuntungan dari pemindahan elpiji 3 ke 12 kg sebesar Rp 3 juta – Rp 5 juta,” ucapnya.

Terhadap tersangka, polisi menjerat dengan Pasal 55 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Juncto Pasal 40 angka 9 UU RI No 6 Tahun 2023 Pengganti UU No 2 Tahun 2022.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 60 miliar,” pungkasnya.

Recent Posts

Dedie Rachim Tinjau Lokasi Longsor di Bondongan

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau lokasi longsor di Kampung Jero Kuta…

13 jam ago

Meriahkan Bogor Jazz Hujan, Pecinta Musik Jazz Dimanjakan dengan Konsep Intimate Experience

BOGOR – Acara Puncak Bogor Jazz Hujan menjadi perayaan musik jazz berkonsep intimate experience yang…

1 hari ago

Pelaku Penggelapan Dana Tabungan Koperasi Ditetapkan Sebagai Tersangka

BOGOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota menetapkan seorang perempuan berinisial ER sebagai…

1 hari ago

Denny Mulyadi Harap BPBD Kota Bogor Terus Tingkatkan SDM dan Pelayanan

BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-11…

2 hari ago

Sampaikan Duka Mendalam, Banu Bagaskara dan Kader PDI Perjuangan Sambangi Korban Longsor Bondongan

BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, meninjau lokasi bencana longsor di Kampung…

2 hari ago

Cuaca Ekstrem Picu Keretakan Jalan Saleh Danasasmita, Dedie Rachim Instruksikan Penutupan Jalur

BOGOR - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bogor selama dua hari terakhir berdampak…

2 hari ago

This website uses cookies.