BOGOR – Tumpukan sampah dari para pedagang kaki lima (PKL) yang membusuk dan menimbulkan aroma tidak sedap di Jalan Bata, Jalan Pedati, dan Jalan Lawang Saketeng kini sudah jauh berkurang. Peti kayu yang digunakan para PKL untuk mendirikan lapak pun berkurang pascarelokasi.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengangkut sampah sebanyak 32 ton per hari menggunakan empat armada, yang masing-masing memiliki daya angkut delapan ton.
Kemudian, saat dilakukan relokasi dan pelaksanaan Jumat Bersih, sampah yang diangkut sempat meningkat menjadi sekitar 60 ton per hari. Setelah relokasi, saat ini volume sampah yang diangkut menurun menjadi 15 hingga 20 ton per hari.
“Ke depan, saya ingin tidak ada lagi pedagang yang membuang sampah ke dalam selokan atau menumpuknya di jalan. Kita akan lakukan tipiring dan pemberian denda bagi para pelaku,” tegas Dedie Rachim, di Jalan Pedati, Senin (30/3/2026).
Ia juga meminta Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas PUPR untuk melakukan normalisasi saluran air yang sempat tertutup sampah dan lapak PKL. Nantinya, jika ditemukan kembali pedagang yang membandel, akan langsung ditindak tegas dengan sanksi denda.
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui berbagai program peningkatan kinerja instansi terus melakukan langkah-langkah…
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menghibahkan bantuan 160 unit…
BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut pertumbuhan ekonomi dari tahun 2024 hingga…
BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar…
BOGOR — Lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi milik keluarga mantan Kapolres Bogor yang terletak…
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berkomitmen melakukan penataan di setiap wilayah Kota Bogor,…
This website uses cookies.