Kader PDI Perjuangan Sesalkan Perlakuan Keras Terhadap Anggota DPRD Pasca Penertiban Kios

 

BOGOR – Pengurus PDI Perjuangan Kota Bogor menyesalkan tindakan sejumlah orang yang mengaku sebagai warga pendukung penertiban kios pedagang di Jalan Merdeka, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah. Penertiban tersebut didasarkan pada Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat.

Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, hadir memenuhi undangan pedagang pada Jumat (13/12/2024) untuk meninjau langsung kondisi di lokasi. Namun, kedatangannya diwarnai protes keras dari sejumlah orang yang mengaku mewakili warga setempat.

Menanggapi hal itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Bogor Utara, Denny Siregar, mengecam tindakan yang dianggap kurang tepat tersebut. “Saya menyesalkan perlakuan tidak seharusnya disampaikan kepada anggota DPRD yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor. Seharusnya ada etika baik dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya, Minggu (15/12/2024).

Hal senada diungkapkan Sekretaris PAC Bogor Tengah, Dayat Iskandar, menurutnya, perbedaan pandangan soal penertiban kios seharusnya disampaikan dengan cara yang beretika. “Dialog seharusnya tidak dibatasi. Kehadiran anggota DPRD bertujuan mencari solusi terbaik untuk pedagang yang merasa dirugikan,” katanya.

Dayat menambahkan, protes dengan nada tinggi dan tudingan bahwa Atty Somaddikarya memprovokasi pedagang adalah tindakan yang tidak pantas. “Sebagai wakil rakyat, Atty hadir atas undangan pedagang untuk membela hak mereka. Pedagang hanya ingin keadilan atas kebijakan yang mereka anggap tidak bijak,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua PAC Bogor Timur, Rahmat Heryana, juga mengungkapkan kekecewaannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa anggota DPRD memiliki hak imunitas untuk menyampaikan pendapat dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat.

“Perilaku tidak terpuji dari orang yang tidak dikenal yang melontarkan argumen dengan nada tinggi menjadi catatan kami. Wakil rakyat hadir untuk memperjuangkan hak rakyat kecil yang merasa dirugikan,” tandas Rahmat.

Sebelumnya, Atty Somadikarya menekankan pentingnya edukasi dan fasilitas bagi pedagang untuk mematuhi regulasi. Ia juga mengimbau kader PDI Perjuangan untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi.

“Kami di DPRD Kota Bogor terus mencari solusi yang adil bagi semua pihak. Dukungan bagi pedagang tetap ada selama mereka mematuhi aturan,” ujar Atty.

Ia juga berharap polemik ini menjadi pelajaran untuk semua pihak agar lebih mengedepankan dialog yang lebih konstruktif. “Kami berupaya mencarikan jalan keluar terbaik yang sesuai regulasi, agar tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya.

Share

Recent Posts

Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum

BOGOR - Asosiasi Usahawan Depot Air Minum Sehat Indonesia (AUDAMSI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota…

2 hari ago

Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV

BOGOR – Sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026, Kota…

2 hari ago

Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini

BOGOR - Pemeriksaan kanker payudara dan kanker serviks terus didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama…

2 hari ago

Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengikuti Rapat Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan…

2 hari ago

Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen

BOGOR - Progres pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, saat…

2 hari ago

Pemkot Bogor Perkuat Implementasi SAKIP untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui berbagai program peningkatan kinerja instansi terus melakukan langkah-langkah…

3 hari ago

This website uses cookies.