Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan pendapat akhir Wali Kota terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu.
Hal ini disampaikannya saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Rabu (20/7/2022) sore.
Dedie mengungkapkan rasa syukur Raperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan Tertentu telah ditetapkan menjadi Perda.
“Ini patut disyukuri bersama. Terima kasih kepada pimpinan dan seluruh Anggota DPRD atas kerjasamanya dalam penetapan Perda ini. Raperda Perubahan Ketiga Retribusi Perizinan Tertentu merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 16 dan 34 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung dan tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing,” kata Dedie.
Dedie menambahkan, raperda tersebut merupakan dasar hukum dalam proses perizinan investasi dan untuk melaksanakan pungutan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung dan retribusi penggunaan tenaga kerja asing agar menjadi Pendapat Asli Daerah (PAD).
Sehingga materi pokoknya adalah penghitungan besaran kedua retribusi tersebut dan perubahan nomenklatur IMB menjadi PBG atau Persetujuan Bangunan Gedung dan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing menjadi Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
“Semoga Perda ini dapat meningkatkan nilai investasi dan ketertiban bangunan gedung yang sesuai dengan ketentuan perundangan,” harapnya.
BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau lokasi longsor di Kampung Jero Kuta…
BOGOR – Acara Puncak Bogor Jazz Hujan menjadi perayaan musik jazz berkonsep intimate experience yang…
BOGOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota menetapkan seorang perempuan berinisial ER sebagai…
BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-11…
BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, meninjau lokasi bencana longsor di Kampung…
BOGOR - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bogor selama dua hari terakhir berdampak…
This website uses cookies.