Daerah

Hadapi Dampak Pembangunan Properti, Kelurahan Kencana Makin Minim Lahan Pertanian Talas

BOGOR – Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menyimpan berbagai tantangan wilayah yang cukup kompleks, mulai dari pengelolaan sampah, potensi banjir akibat dampak pembangunan properti, hingga degradasi lahan pertanian lokal.

Hal tersebut dipaparkan Lurah Kencana, Heri Agus Suherman, dalam diskusi forum pemetaan wilayah di Kota Bogor pada Jumat (21/8/2026).

Dalam pemaparannya, Heri Agus menyoroti volume sampah di wilayahnya yang dihuni oleh 23.190 jiwa. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Kayu Manis dan Cilebut Barat (Kabupaten Bogor), Kelurahan Kencana dinilai sangat strategis untuk mendukung pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) skala besar atau Michelle/Sel pengolahan di Kayu Manis.

“Dilihat dari jumlah penduduk yang mencapai 23.190 jiwa, ini sangat potensial menghasilkan sampah. Untuk satu RW saja bisa menghasilkan 4 hingga 5 ton sampah per hari. Namun, armada pengangkut di tempat kami sangat terbatas, dari kebutuhan ideal minimal 5 dam truck, saat ini kendaraan yang beroperasi hanya ada 1 unit,” ujar Heri Agus Suherman, Jumat (21/8).

Heri berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dapat segera memperbaiki infrastruktur pendukung pengangkutan dan pengolahan sampah agar integrasi antarwilayah penyangga dapat berjalan optimal.

Selain masalah kebersihan, pesatnya pembangunan perumahan di Kelurahan Kencana membawa dampak ganda. Di satu sisi meningkatkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan pendapatan daerah, tetapi di sisi lain memicu kerusakan ekologi.

Penyempitan alur sungai dan tergerusnya batas wilayah kerap menyebabkan luapan air, terutama aliran yang datang dari Kelurahan Cibadak dan wilayah Kabupaten Bogor.

“Pembangunan properti memicu kerusakan lingkungan seperti banjir dan longsor yang merugikan warga, khususnya di RW 4, 5, 6, dan 9. Luapan air sering terjadi karena benturan arus sungai di batas wilayah kota dan kabupaten. Solusinya, Pemkot Bogor perlu membangun kolam retensi sebagai penampung dan pengendali banjir,” tegasnya.

Heri juga mendorong perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU), penambahan trayek angkutan umum, hingga penyediaan pos keamanan di titik-titik rawan aksi kejahatan dan tawuran, mengingat Kelurahan Kencana merupakan kawasan transit strategis penghubung Jalan Baru dan Cilebut.

Di sektor ekonomi dan sosial, Lurah Kencana menyayangkan mulai menyusutnya lahan talas akibat tergerus pembangunan permukiman. Padahal, talas lokal Kencana berpotensi disuplai ke industri olahan modern, seperti pembuatan bolu talas khas Bogor.

“Kami berharap ada intervensi dari Pemkot Bogor untuk membantu para petani lokal melestarikan budidaya talas. Jika dikelola secara modern, ini bisa mendongkrak perekonomian warga sekaligus memelihara identitas lokal,” tambah Heri.

Di akhir pemaparannya, Heri mengapresiasi tingginya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Kencana yang banyak melahirkan tokoh dan guru agama. Kehadiran para tokoh agama ini diharapkan mampu menjaga benteng akhlak dan nilai budaya masyarakat di tengah arus modernisasi.

Recent Posts

Papan Nama Dirusak dan Diintimidasi, Aset Eks Kapolres Bogor di Cikeas Masuk Jalur Hukum

BOGOR — Lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi milik keluarga mantan Kapolres Bogor yang terletak…

4 hari ago

Jalan Merdeka Ditata, Pemkot Bogor Tertibkan PKL dan Angkot

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berkomitmen melakukan penataan di setiap wilayah Kota Bogor,…

4 hari ago

Sambut Kapolresta Bogor Kota yang Baru, Dedie Rachim: Pintu Komunikasi Selalu Terbuka

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin,…

4 hari ago

Purna Bakti Boris Derurasman, Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih

BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian…

5 hari ago

39 Tahun Mengabdi, Selamat Purna Bakti Pak Sekwan

BOGOR - Ada masa ketika seorang pemimpin datang membawa gagasan, bekerja bersama banyak orang, lalu…

5 hari ago

Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha

BOGOR - Komisi II DPRD Kota Bogor mendesak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk lebih agresif…

5 hari ago

This website uses cookies.