Kota Bogor

Edukasi Antikorupsi di Perumda Tirta Pakuan, Fokus pada Mitigasi Risiko dan AGHT

BOGOR — Upaya pencegahan tindak pidana korupsi terus diperkuat. Salah satunya melalui kampanye antikorupsi dan penyuluhan hukum yang digelar di lingkungan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rabu (5/8/2026), di Kantor Perumda Tirta Pakuan, Sukasari.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan. Agenda ini bertujuan menekan potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah sekaligus mengantisipasi berbagai hambatan dalam pelaksanaan program strategis.

Kepala Sub Seksi I Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bogor, M. Ahega Wikantra, menyampaikan bahwa kampanye antikorupsi merupakan bagian dari tugas dan kewenangan Kejaksaan. Perumda Tirta Pakuan menjadi sasaran karena statusnya sebagai BUMD yang mengelola keuangan daerah, sehingga aspek pengawasan dan pencegahan dinilai krusial.

“Kegiatan hari ini kami laksanakan dalam rangka kampanye antikorupsi, yang mana merupakan salah satu tugas serta kewenangan dari Kejaksaan, khususnya Kejaksaan Negeri Kota Bogor. Tujuannya adalah untuk menanggulangi atau mencegah terjadinya praktik-praktik korupsi,” ujar Ahega.

Dalam pemaparannya, pihak Kejaksaan menguraikan berbagai potensi pelanggaran serta ketentuan dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang relevan dengan aktivitas operasional Perumda. Penekanan utama diberikan pada pentingnya penyusunan mitigasi risiko di setiap tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan hingga pelaporan.

Ke depan, Kejari Kota Bogor juga akan memperkuat kerja sama dengan Perumda Tirta Pakuan melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara serta Bidang Intelijen. Kolaborasi ini difokuskan pada pengawasan kegiatan beranggaran besar dan antisipasi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT).

Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai penyuluhan ini memberi pemahaman bagi jajaran manajerial untuk tetap fokus bekerja sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko di lapangan.

“Hal yang paling kami ingat adalah kita harus mampu menggali potensi AGHT. Dari potensi tersebut, kita menyusun matriks mitigasi risiko untuk memetakan potensi risiko apa saja yang mungkin terjadi beserta upaya penanganannya,” tutur Dani.

Selanjutnya, Perumda Tirta Pakuan berencana berkonsultasi dengan Kejari Kota Bogor terkait berbagai rencana kerja, guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan bebas dari praktik korupsi.

Share

Recent Posts

Kemenko Kumham Imipas Kunjungi Kota Bogor, Bahas Penguatan Reformasi Hukum

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima kunjungan kerja Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hukum, Hak…

6 jam ago

Atlet Peraih Emas di Porprov Dijamin Masuk Kerja di BUMD Kota Bogor

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan kepastian kesejahteraan dan masa depan bagi para atlet…

7 jam ago

PJSI Kota Bogor Targetkan 12 Emas di Porprov XV 2026

Bogor — Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Bogor membidik 12 medali emas pada Pekan…

7 jam ago

Persiapan Tiga Tahun Buahkan Hasil, Judo Kota Bogor Sapu Bersih Emas Nomor Judo di Hari Pertama Porprov 2026

BOGOR - Tim judo Kota Bogor tampil perkasa dengan menyapu bersih empat medali emas dari…

7 jam ago

Atlet Nasional Warnai Ketatnya Persaingan Cabor Panahan di Porprov Jabar XV 2026

BOGOR - Persaingan di arena panahan Porprov XV Jawa Barat 2026 langsung memanas sejak hari…

12 jam ago

Dedie Rachim Sampaikan Pesan Kerukunan dan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Bogor

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),…

12 jam ago

This website uses cookies.