Barayanews.co.id – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan menungkapkan banjir yang terjadi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi akibat rusaknya ekosistem. Untuk itu pembangunan dan perbaikan lingkungan harus segera dilakukan, bukan lagi sekadar wacana semata.
Anggota Komisi VIII itu meminta agar pemerintah daerah dan pusat harus duduk bersama untuk memastikan perbaikan kerusakan lingkungan yang berdampak buruk bagi masyarakat saat cuaca ekstrim menghantui.
“Kalau ekosistem tak diperbaiki, tidak menutup kemungkinan banjir akan kembali terjadi. Ini harus menjadi perhatian bersama. Makanya pemerintah daerah di Jabodetabek termasuk kawasan puncak harus duduk bersama merencanakan perbaikan lingkungan,” katanya.
“Pemerintah harus memperhatikan lingkungan dalam setiap pembangunan. Jangan sampai kawasan terbuka hijau atau daerah resapan malah beralih fungsi,” tambah dia.
Ia juga menegaskan, pentingnya perhatian dan perlunya ruang terbuka hijau sebesar minimal 30-40 persen. Selain itu daerah resapan air atau hutan kota juga tidak boleh dikesampingkan. Sebab, pengelolaan dan resapan air harus diprioritaskan mengingat kapasitas debit air yang begitu besar saat curah hujam tinggi.
“Karena tidak mungkin bicara pengelolaan air tanpa resapan air, tanpa resapan kita mungkin membendung kapasitas debit air yang demikian besar,” tegasnya.
Selain kerusakan ekosistem, Diah menjelaskan, sampah juga menjadi penyebab banjir. Ia mengatakan perlunya membangun kesasaran guna keselamatan bersama untuk masa mendatang dan yang harus digencarkan adalah pengelolaan sampah di kota dan desa untuk segera digencarkan.
“Pengelolaan sampah di kota dan desa segera dilakukan. Kesadaran harus dibangun untuk keselamatan hidup bersama baik generasi sekarang maupun generasi mendatang. Pada dasarnya kemajuan harus berbasis penyelamatan lingkungan, sampah ini harus dicari jalan keluarnya,” tutupnya.
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui berbagai program peningkatan kinerja instansi terus melakukan langkah-langkah…
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menghibahkan bantuan 160 unit…
BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut pertumbuhan ekonomi dari tahun 2024 hingga…
BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar…
BOGOR — Lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi milik keluarga mantan Kapolres Bogor yang terletak…
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berkomitmen melakukan penataan di setiap wilayah Kota Bogor,…
This website uses cookies.