Kota Bogor

Alun-alun Kota Bogor Diresmikan, PKL Tuntut Perhatian Pemkot, Repdem Siap Advokasi

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meresmikan Alun-alun di Jln. Kapten Muslihat pada Jum’at (17/12/2021). Pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp.13,6 Miliar itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dalam peresmian tersebut, masyarakat terlihat antusias dengan hadirnya wisata taman untuk keluarga di tengah perkotaan.

Namun, berbeda halnya dengan yang disampaikan Ketua Komisariat Buruh & Kaum Miskin Kota, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kota Bogor, Guntur Simanjuntak, menurutnya peresmian ruang publik tersebut tidak membuatnya bangga sebagai warga Kota Bogor.

“Hal itu lantaran proses atau tahap-tahap pemindahan yang mengabaikan hak-hak masyarakat kecil pelaku UMKM dalam mencari nafkah,” jelasnya.

“Bagaimana tidak dengan merelokasi PKL ke tempt yang sepi pengunjung dan jarang dilalui calon pembeli,” tambah Guntur.

Hal itu, lanjut dia menjadi kekhawatiran para pelaku UMKM sebelum relokasi. “Kekhawatiran kami akhirnya jadi kenyataan, lokasi relokasi PKL sepi pembeli. Anggota paguyuban banyak yang bangkrut,” keluhnya.

“Secara prinsip saya kan mengapresiasi pembangunan seperti alun-alun sebagai ruang publik dan wisata keluarga. Tapi, dengan catatan, tidak mengabaikan hak-hak dari pelaku usaha dan sebagainya. Supaya mereka tidak kehilangan mata pencaharian, ” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Paguyuban PKL Taman Topi, Umar Sanusi, pihaknya mengaku kecewa setelah kurang lebih dua tahun direlokasi ke Jln. Nyi Raja Permas belum ada realisasi dari janji yang pernah disampaikan kepada para pelaku usaha.

“Alun-alun kota Bogor, telah mengorbankan kami (PKL), dengan bangganya Wali Kota dan Gubernur Jabar meresmikannya. Harusnya mereka berpikir berapa ratus perut yang mereka korbankan demi pembangunan ek Taman Ade Irma Suryani. Tidak sedikit juga yang gulung tikar karena sepi pembeli di lokasi yang baru,” cetusnya.

Uci, sapaan akrabnya, mengaku yakin dengan dibukanya Alun-alun Kota Bogor untuk menjadi destinasi wisata dan lokasi yang iconic tidak sesuai dengan harapan.

“Saya yakin, dengan dibangun dan diresmikannya alun-alun pasti keluar dari tujuan awal untuk menjadi tempat santai dan menjadi icon Bogor. Akan lebih banyak nilai negatifnya dan bisa disalah gunakan fungsinya,” kata Uci.

Sementara itu, Ketua Repdem Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, mengatakan pihaknya siap membantu mengadvokasi para pedagang yang merasa dirugikan akibat relokasi pembangunan Alun-alun Kota Bogor.

“Kami Repdem Kota Bogor siap melakukan advokasi terhadap PKL jika memang dirugikan akibat adanya relokasi karena pembangunan alun-alun oleh Pemerintah Kota Bogor,” ujar Banu.

 

Share

Recent Posts

Jenal Mutaqin Apresiasi Vaksinasi HPV BPOM untuk Tekan Kanker Serviks

BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV)…

17 jam ago

PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi dan Kenalkan Direksi Baru

BOGOR - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar acara halal bihalal bersama jajaran direksi…

1 hari ago

Ketua Komisi I: Kritik KPP Bogor Raya Tak Tepat, Pengawasan DPRD Itu Mandat Undang-Undang

BOGOR — Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, menanggapi kritik Ketua KPP…

1 hari ago

Sidak, Komisi IV Khawatir Keselamatan dan Keamanan Pengguna GOR dan GOM

BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gelanggang Olahraga Masyarakat…

1 hari ago

PSEL Bogor Raya Berpotensi Disiapkan di Dua Titik

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyambut arahan pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan…

3 hari ago

Timbulan Sampah PKL Berkurang Pascarelokasi

BOGOR - Tumpukan sampah dari para pedagang kaki lima (PKL) yang membusuk dan menimbulkan aroma…

3 hari ago

This website uses cookies.