BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, akhirnya memberikan klarifikasi terkait absennya ia dalam dua pekan terakhir yang membuat publik bertanya-tanya lantaran hilang dari kedinasan sebagai orang nomor dua di Kota Bogor.
Jenal mengatakan bahwa kondisi kesehatannya kini mulai berangsur membaik meskipun belum sepenuhnya pulih. Ia mengaku tetap berupaya kembali aktif agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah masih lemas sebetulnya, cuma mau tidak mau saya harus aktif karena beredar spekulasi yang lain-lain. Kasihan Pak Wali dan kasihan warga Bogor juga yang tidak bisa terlayani kemarin,” ujar Jenal yang hadir dalam pekan panutan pajak PBB P2 dan PKB di Balai Kota, Kamis (05/03/2026).
Jenal juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Bogor serta rekan-rekan media karena ketidakhadirannya dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan berbagai pertanyaan.
Menurut Jenal, sakit yang dialaminya membuat ia harus menjalani masa pemulihan secara penuh di rumah. Selama proses tersebut, ia bahkan mematikan aktivitas media sosial agar dapat fokus pada pemulihan kesehatan.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat Bogor dan kepada media juga. Sebagai manusia biasa, sakit tidak bisa dihindari. Kemarin saya memang butuh istirahat total. Medsos juga dimatikan untuk fokus penyembuhan,” katanya.
“Selama masa pemulihan dirinya dirawat oleh sang istri di rumah hingga kondisinya perlahan membaik,” tambah Jenal.
Meski demikian, ia mengaku masih merasakan tubuh yang lemas, apalagi saat ini bertepatan dengan bulan puasa.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, sempat menyampaikan bahwa Jenal Mutaqin sedang dalam kondisi sakit sehingga tidak dapat menjalankan aktivitas pemerintahan untuk sementara waktu.
Hal tersebut kemudian dipertegas oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang menyebutkan bahwa Jenal mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal.
Jenal sendiri mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya berawal dari gangguan asam urat sebelum akhirnya memerlukan pemulihan lebih lanjut. Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara detail penyakit yang dialaminya.
“Pak Wali sudah tahu dari awal. Saya sakit dalam kondisi yang memang tidak bisa saya jelaskan spesifik penyakitnya apa, tapi memang turunnya dari asam urat awalnya,” jelasnya.
Ia mengaku sempat terkejut ketika mengetahui berbagai spekulasi yang berkembang di publik terkait ketidakhadirannya. Hal itu diketahuinya setelah kembali berkomunikasi dengan Wali Kota Bogor.
“Saya pun baru tahu ketika menghadap Pak Wali berkembangnya isu. Untung waktu itu saya tidak aktifkan handphone. Kalau diaktifkan mungkin malah tambah lama sakitnya,” katanya.
Ke depan, Jenal berharap kondisinya segera pulih sepenuhnya sehingga dapat kembali aktif menjalankan tugasnya sebagai Wakil Wali Kota Bogor. Ia juga berencana kembali mengaktifkan media sosialnya dalam waktu dekat.
“Medsos Insya Allah minggu depan aktif lagi. Saya juga kangen bertemu media di lapangan. Mohon doanya supaya saya bisa fit kembali dan bisa melayani warga Bogor dengan maksimal,” tutupnya.
BOGOR - Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…
BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terkait…
BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mendampingi anak-anak dari kalangan dhuafa Kota Bogor…
BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua pasar, yakni…
BOGOR — Peningkatan curah hujan ekstrem dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko tanah bergerak dan…
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 17 Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di…
This website uses cookies.