Kota Bogor

Tolak Revitalisasi GOR Pajajaran, Atty Somaddikarya : Mending Bangun Rumah Sakit Tipe C!

Barayanews.co.id – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengatakan alasannya terkait penolakan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk revitalisasi GOR Pajajaran sebesar 768 miliar.

Menurutnya, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C dianggap lebih bermanfaat. Pasalnya, masyarakat masih kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal di RS swasta, terlebih pasien peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Saya menolak, lebih baik bangun rsud tipe c, masih banyak masyarakat peserta BPJS-PBI yang dipingpong di rs swasta,” cetusnya.

Selain itu, dengan menyediakan ambulance di setiap kecamatan dan kelurahan. “Setiap kelurahan baiknya punya ambulance, jadi jelas 68 tenaga kerja supir dibutuhkan untuk membawa ambulance. Iya kan?,” kata dia.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, program prioritas pemerintah harus tertuju pada pemulihan ekonomi. Pembangunan ditengah pandemi harus tepat sasaran, seperti pembangunan infrastruktur jalan alternatif guna menstimulus tumbuhnya perekonomian kecil di wilayah.

“Judulnya saja pemulihan ekonomi nasional (PEN), ya harus tepat sasaran. Saya setuju jika pinjaman PEN dipergunakan untuk membuka jalur alternatif, itu berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di wilayah kota bogor,” tegasnya.

Selain dua sektor tadi, Atty juga mengungkapkan kekhawatiran bangunan sekolah dan rumah yang tidak layak untuk dihuni. “Bangun rumah rakyat yang nyaris roboh dan sekolah-sekolah yang jauh dari kata layak sebagai tempat menimba ilmu bagi generasi penerus bangsa kedepannya,” kata Atty.

Masih kata Atty, legislator dua periode itu mengatakan, peningkatan sumber daya manusia pun perlu ditingkatkan, dengan menggelar pelatihan keterampilan, penambahan modal, serta fasilitas tempat usaha bagi para tenaga terampil. Serta menjadikan satu kawasan sebagai wilayah penghasil satu produk yang tidak dimiliki daerah lain.

“Digelar pelatihan sumber daya, keterampilannya ditingkatkan, potensinya digali, yang lulus diberikan modal usaha sebagai binaan pemerintah kota, dibawah naungan dinas koperasi dan umkm. Dan menjadikan satu wilayah tematik penghasil produk yang dimana daerah lain tidak punya. Harus efektif dan inovatif,” kata Atty.

Share

Recent Posts

Purna Bakti Boris Derurasman, Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih

BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian…

3 jam ago

39 Tahun Mengabdi, Selamat Purna Bakti Pak Sekwan

BOGOR - Ada masa ketika seorang pemimpin datang membawa gagasan, bekerja bersama banyak orang, lalu…

3 jam ago

Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha

BOGOR - Komisi II DPRD Kota Bogor mendesak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk lebih agresif…

9 jam ago

Denny Mulyadi Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan

BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas…

9 jam ago

Dedie Rachim Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah…

1 hari ago

Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meneguhkan komitmennya dalam membangun Kota Bogor yang lebih maju…

2 hari ago

This website uses cookies.