Kota Bogor

Tirta Pakuan Tekan Angka Kebocoran Secara Komperhensif

BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus berupaya menekan angka kebocoran air sebagai bagian dari peningkatan layanan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun dengan berbagai langkah strategis.

Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan, mengatakan penanganan kebocoran air tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus secara komprehensif dengan menyesuaikan kondisi jaringan di lapangan.

“Untuk penurunan kebocoran memang dari tahun ke tahun selalu kita lakukan. Karena ini harus dilakukan secara komprehensif, dengan menyesuaikan kondisi jaringan, termasuk adanya penambahan warna-warna khusus pada jaringan,” kata Dani, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, langkah-langkah yang telah dilakukan diharapkan bisa lebih agresif dalam menekan angka kebocoran, sekaligus mendukung target perusahaan dan program Pemerintah Kota Bogor dalam penyediaan akses air minum.

“Harapannya apa yang kita lakukan bisa lebih agresif supaya target perusahaan tercapai dan mendukung program Pemkot Bogor, khususnya akses air minum kepada masyarakat,” ujarnya.

Dani menjelaskan, saat ini pihaknya mulai memetakan wilayah yang menjadi prioritas penanganan kebocoran. Salah satu yang menjadi fokus awal adalah zona satu, yang mencakup wilayah Ciawi hingga Tajur.

“Perkiraan kami yang pertama adalah zona satu, dari wilayah Ciawi sampai dengan Tajur. Itu menjadi salah satu prioritas, karena ada korelasi antara persentase kehilangan air dengan jumlah jam layanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebocoran air berdampak langsung terhadap tekanan air yang diterima pelanggan. Oleh karena itu, identifikasi titik kebocoran harus dilakukan secara akurat berdasarkan data dan kondisi lapangan.

“Kebocoran itu pasti mempengaruhi tekanan di pelanggan. Nah, di sini kami melihat ada titik terang yang harus diklarifikasi dari data maupun lapangan,” ucapnya.

Meski demikian, Dani menegaskan bahwa penentuan prioritas tidak hanya berdasarkan perkiraan semata. Pihaknya akan melakukan sinkronisasi data dengan jajaran internal, khususnya manajer transmisi dan distribusi.

“Kami akan mintakan data persentase kebocoran di setiap zona dan mengklarifikasi apakah data yang disajikan sudah akurat, sehingga penanganannya tepat,” katanya.

Terkait zona dengan tingkat kebocoran tertinggi, Dani menyebut zona satu masih menjadi perkiraan awal. Namun, hal tersebut masih perlu dibuktikan melalui data yang valid.

“Perkiraan kami zona satu, tapi harus dibuktikan dengan data. Makanya kami akan sinkronkan dengan data dari manajer transmisi distribusi supaya sejalan dan bersinergi,” pungkasnya.

Recent Posts

Banu Bagaskara Ajak Generasi Muda Suarakan Aspirasi Lewat Merah Muda Fest

BOGOR - Dalam semarak memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026,…

12 jam ago

‎‎Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda

‎BOGOR – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, menyoroti empat persoalan yang…

12 jam ago

EIGER Nature Resmi Dibuka di Bogor, Hadirkan Wisata Petualangan Berbasis Konservasi

BOGOR — EIGER resmi meresmikan EIGER Nature di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai destinasi ekowisata…

1 hari ago

Gandeng Cipayung Plus, Polresta Bogor Kota Gelar Aksi Peduli Bencana Kemanusiaan

BOGOR - Semangat Hari Sumpah Pemuda di Kota Bogor diwarnai aksi nyata kepedulian sosial. Kepolisian…

1 hari ago

Semarak Sumpah Pemuda, Wanoja Kota Bogor Gelar Aksi Kemanusiaan

BOGOR — Wanoja Perjuangan Kota Bogor menggelar kegiatan donor darah di kantor Bank Darah PMI…

1 hari ago

Jadi Venue Tenis Meja di Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Lakukan Percepatan Persiapan GOR Yasmin

BOGOR – Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, mulai mematangkan koordinasi lintas sektor…

1 hari ago

This website uses cookies.