Kota Bogor

Targetkan Rampung Akhir Tahun, Revisi RTRW Masuk Tahap Finalisasi

Barayanews.co.id – Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati, menyampaikan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah masuk tahap finalisasi.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu (18/11/2020).

Dilanjutkannya, masing-masing sektoral akan melakukan revisi di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia pun berharap, perihal tersebut bisa rampung tahun ini.

“Tadi disampaikan sektoralnya seperti apa, sektoralnya nanti akan melakukan revisi di RPJMD, kami tunggu tata ruang. RTRW kan sekarang sudah dalam tahap finalisasi, kami harap tahun ini bisa selesai. Kalau sudah selesai kami akan lakukan sosialisasi mengenai tata ruang, kemudian mungkin ada investor juga yang telah menantikan RTRW ini dan untuk meningkatkan ekonomi daerah,” ungkap Syarifah kepada wartawan.

Syarifah melanjutkan, dalam rapat tersebut juga membahas terkait RPJMD, dengan menyusun sejumlah indikator yang dimasa pandemi ini selalu refocusing yang disebabkan penurunan pendapatan.

“Selain itu menyusun indikator-indikator. Sekarang masih pandemi tentu tetap harus optimis Covid-19 cepat berlalu, karena selama masih pandemi selalu refocusing karena terjadi penurunan pendapatan. Tetapi disatu sisi pelayanan tidak boleh berhenti dan pasti membutuhkan pembiayaan danpembangunan infrastruktur,” jelas dia.

“Selain itu, harus melihat lagi sektor dan potensi mana yang bisa dikembangkan untuk pembangunan secara keseluruhan. Jadi menaikan income, melaksanakan pembangunan apa yang lebih melibatkan partisipasi dan melibatkan masyarakat sehingga ekonomi masyarakat bisa tumbuh. Intinya kami diskusi selain program yang sifatnya strategis, seperti alun-alun, integrasi stasiun dan potensi-potensi yang akan dibangun menjadi tempat wisata,” urainya.

Syarifah juga menjelaskan soal diskusinya terkait berbagai julukan yang diberikan kepada Kota Bogor agar bisa dioptimalkan.

“Semisal heritage city, city of runners, smart city, green city, science city, sport tourism serta tentunya kota ramah keluarga. Julukan tidak datang hanya dari deklarasi Pemkot Bogor saja, tetapi banyak komponen masyarakat yang memberikan julukan ke Kota Bogor,” ujarnya

Sempat Tertunda Karena Pandemi

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Bogor, Hanafi mengatakan, sesuai dengan kondisi saat ini RTRW diperbaharui, setelah sebelumnya dilakukan revisi dan dikonsultasikan dengan Provinsi Jawa Barat dan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD).

“Sudah direvisi dan dikonsultasikan dengan tata ruang provinsi Jawa Barat dan TKPRD yang dipimpin oleh Sekda Kota Bogor. Kami sudah membahas itu,” tutur Hanafi.

Nantinya, lanjut Hanafi, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor diserahkan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Selanjutnya raperda yang sudah disetujui Dewan dibawa ke kementerian ATR/BPN, tujuannya untuk mendapatkan persetujuan substansi, tetapi tentu akan ada pembahasan-pembahasan lain yang sifatmya rekomendasi,” jelas Hanafi.

Hanafi menerangkan, sebelum masa pandemi, Maret 2020 lalu agenda ini sempat dibahas dengan lintas sektoral (linsek).

“Sebelum pandemi sudah dibahas linsek. Sehingga tertunda lama, tapi komunikasi terus berjalan, perbaikan dilakukan. Sekarang untuk menjadwalkan linsek itu dengan berbagai macam pertimbangan, sampai kemarin tanggal 21 Oktober 2020 pihaknya tetap membahas dengan linsek, dengan pihak kementrian” beber Hanafi.

Meski begitu, Hanafi menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam, upaya terus dilakukan untuk menyamakan persepsi.

Ia menuturkan, persetujuan substansi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dilakukan Dinas PUPR sudah selesai. Namun, DPRD tidak mau membahas itu. Padahal RDTR bagian dari RTRW.

“DPRD tetap menunggu itu, kenapa RDTR itu lebih cepat dibahas? Satu, secara berjenjang memang ada intruksi dari presiden untuk dipercepat. Tapi Dewan tidak mau sebelum RTRW ditetapkan. Tapi karena pandemi Covid-19 agak terhambat. Ya, semoga secepatnya bisa dituntaskan,” pungkasnya.

 

Recent Posts

Siapkan Beauty Contest, Perumda Pasar Bakal Konsep Eks Pasar Bogor Jadi Kawasan Terpadu

BOGOR - Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) mulai menyiapkan rencana revitalisasi kawasan eks Plaza Bogor…

3 hari ago

Pasar Merdeka Segera Beroperasi, PPJ Siapkan Relokasi Ratusan Pedagang dan PKL

BOGOR — Pembangunan Pasar Merdeka Kota Bogor kini memasuki tahap akhir penyelesaian. Perumda Pasar Pakuan…

3 hari ago

Komisi II Dorong Reformasi Parkir, Peran Danru Diusulkan Dihapus

BOGOR — DPRD Kota Bogor menilai sistem pengelolaan parkir saat ini perlu dibenahi secara menyeluruh…

4 hari ago

Edukasi Antikorupsi di Perumda Tirta Pakuan, Fokus pada Mitigasi Risiko dan AGHT

BOGOR — Upaya pencegahan tindak pidana korupsi terus diperkuat. Salah satunya melalui kampanye antikorupsi dan…

4 hari ago

Dirum PPJ Dikabarkan Mundur, Dewan Minta Segera Cari Plt

BOGOR — Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifky Alaydrus, merespons pengajuan pengunduran diri…

4 hari ago

Optimalkan Distribusi Air, Tirta Pakuan Aktifkan Pipa di MA Salmun

BOGOR — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor terus berupaya mengoptimalkan pendistribusian air…

4 hari ago

This website uses cookies.