Barayanews.co.id – Pasca longsor yang berdampak pada pada perjalanan KA Pangrango (221) dari Stasiun Sukabumi menuju Bogor hanya diberlakukan sampai Stasiun Cigombong. Terkait hambatan tersebut, PT KAI Daop 1 mengupayakan percepatan perbaikan jalur rel kereta api antara stasiun Maseng- Cigombong.
Pernyataan tersebut dikatakan langsung oleh Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa.
“Pada Senin 23 Desember 2019 perjalanan Kereta Pangrango pertama yakni KA 221 keberangkatan dari Stasiun Sukabumi pukul 05.15 WIB menuju Stasiun Bogor hanya dapat dilakukan sampai dengan Stasiun Cigombong, selanjutnya KA tersebut akan beroperasi kembali dengan relasi Cigombong-Sukabumi,” katanya.
Prosew pengerukan material longsoran serta pengerjaan perbaikannya dapat diselesaikan pada pukul 09.00 WIB, dan sehingga diperkirakan pada 10.25 rangkaian kereta bisa kembali beroperasi.
“Berdasarkan estimasi waktu tersebut, untuk perjalanan KA relasi Sukabumi-Bogor selanjutnya KA 225 dengan jadwal keberangkatan pukul 10.25 WIB diupayakan dapat beroperasi normal,” jelasnya.
Diketahui, longsor terjadi pada Minggu (22/12/2019) sore pukul 16.07 WIB. Hingga saat ini PT KAI Daop 1 bersama Satker DJKA Kemenhub masih berupaya melakukan perbaikan jalur kereta api.
Eva juga menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya perjalanan kereta lintas Bogor-Sukabumi. “PT KAI Daop 1 Jakarta mengucapkan permohonan maaf atas gangguan perjalanan KA Pangrango lintas Bogor-Sukabumi,” kata Eva.
Jakarta, 27 Maret 2025 - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung…
BOGOR - Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Premanisme Kota Bogor resmi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK)…
BOGOR - Empat hari menjelang Idulfitri 1446 Hijriah Tahun 2025, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim,…
BOGOR – Perayaan Idulfitri 1446 Hijriah semakin dekat, menjadi momen penting bagi desainer fesyen untuk…
BOGOR — Lingkungan kerja terkadang dapat memberi pengaruh pada kesehatan mental. Pemicunya adalah beban kerja…
BOGOR — "Hanya pohon yang banyak buahnya yang akan sering dilempari batu." Ungkapan ini mencerminkan…
This website uses cookies.