Kota Bogor

Pasar Gembrong dan Jambu Dua Jadi Model Modernisasi Pasar Tradisional Bogor

BOGOR – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor terus memodernisasi pasar tradisional melalui revitalisasi dan pembenahan fasilitas. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjawab perubahan pola belanja dan kebutuhan masyarakat modern.

Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin mengatakan, pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang semakin mengutamakan kebersihan, kenyamanan, dan kelengkapan fasilitas.

Menurutnya, masyarakat modern menginginkan tempat berbelanja yang bersih, terawat, serta terbebas dari bau sampah menyengat yang selama ini kerap menjadi salah satu persoalan pasar tradisional.

“Dua pasar tradisional di bawah naungan PPJ yang sudah lebih modern yakni Pasar Gembrong dan Pasar Jambu Dua sudah lebih menjawab tantangan dan banyak fasilitas dengan berbagai pilihan belanja sesuai kebutuhan konsumen bahkan untuk Pasar Gembrong dilengkapi dengan playground anak jadi semua bisa dilakukan di satu tempat, sedangkan Pasar Jambu Dua menjadi spot aneka kuliner kekinian yang tidak ada di tempat lain,” ujar Jenal kepada awak media, dikutip Jumat (30/10/2026).

Jenal menjelaskan, meski pasar modern memiliki keunggulan dari sisi rantai pasok yang lebih efisien dan terstruktur, pasar tradisional tetap mempunyai daya tarik tersendiri. Salah satunya, konsumen dapat melihat dan memeriksa langsung barang yang akan dibeli, terutama produk segar.

Kondisi tersebut juga memberikan peluang bagi konsumen untuk memastikan kualitas barang sebelum melakukan transaksi.

“Di mana transaksi jual beli lebih terjamin karena langsung melihat barang yang diperjualbelikan,” kata alumni IPB University itu.

Selain persaingan dengan pasar modern, perkembangan tren belanja daring atau online juga menjadi tantangan tersendiri bagi pasar tradisional. Kemudahan bertransaksi melalui platform digital secara tidak langsung turut memengaruhi jumlah kunjungan masyarakat ke pasar.

Meski demikian, Jenal menilai pasar tradisional masih memiliki keunggulan yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh transaksi digital, terutama dari sisi interaksi sosial antara pedagang dan pembeli.

“Bagi kalangan muda yang mengutamakan kepraktisan dan kemudahan dalam berbelanja memang belanja online adalah solusi, namun bagi kalangan usia lainnya masih menjadi tempat yang terjamin untuk membeli dan memilih kebutuhan sehari-hari karena di pasar tradisional tak hanya sebagai tempat transaksi tapi juga ada interaksi bahkan silahturahmi,” katanya.

Share

Recent Posts

Antisipasi Cedera Atlet di Ajang Porprov, Pemkot Bogor Siapkan Tim Medis Khusus

BOGOR — Pemerintah Kota Bogor menegaskan perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan kesehatan para atlet…

5 jam ago

Pemkot Bogor Matangkan Evaluasi Trase Baru Batutulis, Peresmian Dijadwalkan Dihadiri Gubernur Jawa Barat

BOGOR — Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan berbagai persiapan dan evaluasi akhir jelang peresmian infrastruktur…

5 jam ago

Pemkot Bogor Pastikan Kematangan Persiapan Jelang Porprov XV 2026

BOGOR - Pemerintah Kota Bogor memastikan seluruh persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa…

5 jam ago

Rayakan Sumpah Pemuda, Katar Sukadamai Gelar Jalan Sehat

BOGOR - Momentum Hari Sumpah Pemuda dimaknai warga Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, dengan menggelar…

1 hari ago

Diikuti 250 Fighter, Jenal Mutaqin Apresiasi B2 Unleashed

BOGOR - Sebanyak 250 orang mengikuti ajang B2 Unleashed yang diinisiasi AIRA Pro dan NAKO…

1 hari ago

Pasar Merdeka Bogor Siap Beroperasi, Ratusan Pedagang TPS Pindah November

BOGOR – Pasar Merdeka Kota Bogor siap kembali difungsikan setelah proses revitalisasi rampung. Ratusan pedagang…

22 jam ago

This website uses cookies.