BOGOR – Nasib nahas dialami seorang bendahara SMK Asy-Syuhada di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, ia menjadi korban perampokan dua pria yang berpura-pura menawarkan baju batik.
Akibat kejadian itu, uang Rp 50 juta milik korban digasak dua orang pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jum’at (28/05/2021) siang. Mulanya, dua orang tak dikenal mendatangi rumah Fatmawati dengan menawarkan baju batik.
Dua pria tersebut terus mendesak korban agar agar membeli pakaian tersebut. Namun karena Fatmawati tak berminat membelinya, ia pun masuk ke dalam rumahnya.
“Saat masuk, korban terkejut karena pelaku mengikutinya ke dalam ruangan,” ujar Kapolsek Rumpin Kompol Dali Saputra, Minggu (30/5/2021).
Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan sebilah golok dan menodongkan senjata tajam itu ke leher korban. Saat itu, pelaku meminta korban menyerahkan harta bendanya.
Karena nyawanya terancam, korban akhirnya menyerahkan tas berisi uang tunai senilai Rp 50 juta beserta dokumen laporan keuangan.
Barang Lainnya Raib Digasak
Tak hanya itu, pelaku juga menggasak 3 unit laptop dan 1 buah handphone milik bendahara SMK Asy-Syuhada. Setelah itu, kedua pelaku langsung kabur dengan mengendarai sepeda motor.
Menurut Dali, kedua pelaku menjalankan aksi perampokan dengan cara berpura-pura sebagai pedagang baju batik. Diduga, pelaku telah mengetahui bahwa korban menyimpan uang dengan jumlah banyak.
“Hingga saat ini para pelaku tersebut masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya.
BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau lokasi longsor di Kampung Jero Kuta…
BOGOR – Acara Puncak Bogor Jazz Hujan menjadi perayaan musik jazz berkonsep intimate experience yang…
BOGOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota menetapkan seorang perempuan berinisial ER sebagai…
BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-11…
BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, meninjau lokasi bencana longsor di Kampung…
BOGOR - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bogor selama dua hari terakhir berdampak…
This website uses cookies.