Kota Bogor

KIS-PBI Tidak Aktif, Atty Somaddikarya Jengkel

BOGOR – Fasilitas Kartu Indonesia Sehat – Penerima Bantuan Iuran (KIS – PBI) yang diberikan pemerintah nyatanya tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat. Pasalnya, salah seorang warga Kota Bogor terkendala dengan jaminan kesehatan tersebut.

Diakui Nuryati, warga Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Kepada wartawan, ia mengaku kartu KIS – PBI yang dimilikinya dalam status tidak aktif.

“Kartunya (KIS-PBI) tidak aktif, saya diarahkan ke kantor BPJS, pas sudah sampai sana hanya melayani yang mandiri, saya ke kelurahan lagi, kemudian dikasih link buat cek status, tapi pelayanan BPJS khususnya PBI sedang mengalami gangguan,” jelas Nuryati.

Nuryati yang tengah hamil 5 bulan mengaku khawatir dengan kondisi seperti ini. “Saya takut pas saya mau persalinan, kartu KISnya belum aktif sementara sistemnya belum selesai diperbaiki. Jadi saya mau urus-urus ini dari awal biar ga ribet nantinya,” jelasnya.

Diakui Nuryati, di usianya yang menginjak 41 tahun sangat rentan menghadapi proses persalinan. “Ditambah yang dikhawatirkan di usia saya yang udah 40an rentan untuk melahirkan normal, jadi kalau caesar saya ngga terlalu bingung soal biaya karena KIS-PBI nya aktif,”

Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Fahrudin mengatakan sistem untuk mengakses KIS-PBI sudah diganti dengan aplikasi lain.

“Aplikasinya aja yang diganti, yang lainnya tetap,” kata dia.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya kesal dengan lemahnya pelayanan di bidang kesehatan.

“Ini sangat merugikan masyarakat, saat akan digunakan yang sifatnya darurat, kartu kis-pbi nya malah tidak aktif. Kalaupun aplikasinya diganti, kenapa tidak disosialisasikan?,” beber politisi PDI Perjuangan itu.

“Terus kalau web service rusak yang mau pake kartu harus nunggu betul dulu? Mau sampai kapan? Ini menjadi kerugian bagi masyarakat peserta KIS-PBI,” ketus dia.

Ia mengatakan, seharusnya ada solusi ketika sistem mengalami gangguan. “Ini jangankan sekedar diaktifkan yang daftar baru tidak bisa dilayani, jika memang rusak harusnya ada solusi, agar pelayanan tetap berjalan. Dalam posisi sulit seperti sekarang harusnya memberi pelayanan yg mudah dan cepat. Kerusakan seharusnya segera diperbaiki,” bebernya.

Seharusnya, lanjut dia, apa yang sudah diberikan pemerintah dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat ketika dibutuhkan terlebih dalam sektor kesehatan.

Terlebih ia terheran lantaran Kartu KIS-PBI yang tidak aktif. “Biasanya yang ga aktif yang mandiri karena ada tunggakan, Nah, kalau yang PBI tidak aktif lebih aneh lagi, seharusnya tidak ada alasan tidak aktif karena sudah dibayarkan dan dianggarkan setiap tahun oleh APBD,” jelasnya.

“Secara akal sehat kalau PBI tidak aktif apa kendalanya? Jadi pertanyaannya tidak bayarkan iurannya? Jika masyarakat peserta KIS-PBI dalam kondisi darurat di RS masa sih harus bayar dengan status pasien umum!,” tambah dia.

Kata Atty, kejadian ini menunjukan bahwa Dinas terkait tidak peka dan bergerak cepat dalam melakukan perbaikan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Ini benar-benar sangat merugikan masyarakat dan menunjukan dinas terkait tidak peka pada persoalan ini tidak gercep melakukan perbaikan dan langkah-langka kemudahan bagi masyarkat,” tandasnya.

Sementara, Kepala BPJS Kota Bogor, Fahrurozi mengungkapkan bahwa proses maintenance untuk keamanan data peserta masih belum selesai, hal itu merupakan bentuk antisipasi BPJS untuk menjaga kebocoran data peserta.

“Karena sistem solid Dinsos Kota Bogor langsung masuk mengakses ke database tersebut. Sedanh kita kejar kapan estimasi waktu selesai nya,”

Ia melanjutkan, solusi sementara sudah disampaikan ke Dinsos Kota Bogor. “Untuk sementara melakukan pendaftaran secara manual sampai sistem bisa diakses kembali. Siang ini dinsos rumuskan langkah-lanhkahnya,” jelasnya lewat pesan singkat whatsapp.

 

 

 

 

Share

Recent Posts

Purna Bakti Boris Derurasman, Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih

BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian…

4 jam ago

39 Tahun Mengabdi, Selamat Purna Bakti Pak Sekwan

BOGOR - Ada masa ketika seorang pemimpin datang membawa gagasan, bekerja bersama banyak orang, lalu…

5 jam ago

Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha

BOGOR - Komisi II DPRD Kota Bogor mendesak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk lebih agresif…

10 jam ago

Denny Mulyadi Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan

BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas…

10 jam ago

Dedie Rachim Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah…

1 hari ago

Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meneguhkan komitmennya dalam membangun Kota Bogor yang lebih maju…

2 hari ago

This website uses cookies.