Barayanews.co.id – Tiga orang mengalami luka bacok dan memar akibat hantaman benda tumpul akibat dikeroyok ratusan massa tak dikenal di Kampung Padabeunghar, Kelurhan Babakan Pasar, Sabtu (26/09/2020) dinihari.
Salah satu diantaranya Ketua Komunitas Pengurus Komunitas Baranangsiang (KPTB), Teddy Irawan yang tengah mengikuti ronda di kediamannya tersebut. Ia mengalami luka bacok akibat benda tajam di punggung tangan kiri.
“Awalnya saya kira rombongan pengajian, kemudian saya dan petugas ronda lain melakukan monitor wilayah. Pas dilihat ratusan massa dengan senjata tajam tengah berjalan beriringan yang sudah siap baku hantam,” jelasnya.
“Saya bela diri menghalau segerombol massa yang membabi-buta, agar tidak masuk ke kampung, tapi karena banyak saya jatuh karena lemparan batu ke dada, saya dihantam sejenis pedang,” tutur Teddy.
“Luka di punggung tangan kiri sampai sepuluh jahitan. Firli luka dalam dihajar pakai batu perutnya, satu lagi husni tangang kiri harus jalani dua kali operasi,” urai dia.
Teddy menjelaskan terorganisirnya serangan tersebut, menurutnya ini seperti gerakan yang dikoordinir oleh oknum. “Yang serang saya oramg dewasa, tapi begitu ada polisi yang banyak remaja-remaja tanggung. Seperti dikoordinir, gerakannya terorganisir,” bebernya.
Menurutnya kasus tersebut tengah diproses jajaran Unit Reskrim Polsek Bogor Tengah. “Saya sudah visum, sudah buat laporan juga ke polsek. Informasinya sudah ada beberapa yang dipanggil kesana,” pungkas dia
BOGOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota menetapkan seorang perempuan berinisial ER sebagai…
BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-11…
BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, meninjau lokasi bencana longsor di Kampung…
BOGOR - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bogor selama dua hari terakhir berdampak…
BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi menghadiri agenda penanaman jagung serentak seluas…
BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor mencium adanya potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD)…
This website uses cookies.