Kota Bogor

Cegah Penularan Tingkat Mikro, Satgas Covid-19 Kota Bogor Galakkan Gerakan Tutup Portal

BOGOR – Satgas Covid-19 Kota Bogor menggalakkan gerakan tutup portal dan memberlakukan sistem satu pintu di pemukiman warga. Hal ini menjadi upaya mencegah penyebaran kasus Covid-19 di tingkat mikro.

“Mulai hari ini Satgas Covid-19 Kota Bogor akan terus melaksanakan terkait gerakan tutup portal pukul 20.00 WIB dan memberlakukan sistem satu pintu. Ini untuk mencegah penularan-penularan (Covid-19) pada tingkat mikro, sehingga secara umum mobilitas bisa ditekan pada tingkat mikro,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Balaikota Bogor, Selasa (13/7/2021).

Susatyo menyampaikan, penyekatan yang dilaksanakan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bogor memang sudah menurunkan mobilitas masyarakat. Namun demikian, sambungnya, perlu juga diimbangi dengan penguatan pada PPKM Darurat di tingkat mikro.

Dari pemantauan, dikatakan Susatyo, sejauh ini mobilitas masyarakat di tingkat RW pada pagi sampai siang hari memang masih tinggi. Sehingga dalam hal ini sangat dibutuhkan dua hal dari masyarakat, yakni disiplin dan gotong royong.

“Disiplin untuk tetap di rumah kalau tidak ada keperluan mendesak untuk ke luar (rumah). Gotong royong apabila memang ada warga yang memang positif,” paparnya.

Terkait sistem satu pintu ini, Susatyo menjelaskan, upaya ini dilakukan agar warga maupun tamu yang masuk ataupun keluar pemukiman warga terpusat di masing-masing pintu. Pelaksanaan sistem ini akan berlaku di seluruh RW dengan diperkuat oleh Satgas Covid-19 tingkat RW.

“Tentunya semua RW harus melaksanakan itu dengan dipetakan oleh Satgas RW. Sehingga Satgas RW masing-masing akan memetakan mana jalan-jalan yang mereka harus berlakukan satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Jadi tidak sembarang orang masuk dan sebagainya. Ini sangat bergantung pada itikad, niat dan usaha warga di tingkat RT RW,” terangnya.

Ia menambahkan, kegiatan itu sebenarnya sudah berlaku sebagai bagian tugas Satgas Covid-19 tingkat RW, dan sekarang perlu digalakkan kembali untuk menekan mobiltas di pemukiman warga.

“Kita harus galakkan kembali, supaya nanti jangan sampai penyekatan dan sebagainya, malah masuk ke jalan-jalan perumahan dan sebagainya. Itu yang kami cegah. Masyarakat sebaiknya pulang sebelum jam 8 malam, termasuk wajib lapor 24 jam bagi tamu dan sebagainya,” tandasnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, Wali Kota Bogor yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Bima Arya menyampaikan, pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Bogor telah menurunkan mobilitas masyarakat bahkan menjadi salah satu daerah yang dinilai terbaik di Jawa Barat.

Hal itu dikatakan Bima Arya usai paparan yang disampaikan Koordinator PPKM Darurat Jawa dan Bali, Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat evaluasi terkait PPKM Darurat pada Minggu (11/7).

“Dalam hal ini Kota Bogor penurunan mobilitas masyarakat salah satu terbaik di Jawa Barat. Ini saya kira karena kerja keras dari pak Kapolresta dan pak Dandim, penyekatan, check point dan lain-lain. Jadi dalam aspek penurunan mobilitas sudah sangat berkurang jauh,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, lanjut Bima Arya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi itu juga menyampaikan bahwa semua aparat harus turun tidak saja di jalan protokol, tetapi berpatroli untuk penguatan PPKM dan pengawasan protokol kesehatan sampai ke wilayah.

“Yang ketiga, kami juga diminta untuk terus waspada terhadap ketersediaan tenaga kesehatan, oksigen, tempat isolasi dan sebagainya,” lanjutnya.

Dengan demikian, Bima Arya menegaskan, Satgas Covid-19 akan lebih fokus terhadap penguatan dan pengawasan di wilayah meliputi RT zona merah, PPKM, RW Siaga, termasuk relawan mengawasi warga yang menjalani isoman mandiri serta lainnya.

“Karena kita melihat ketika mobilitas sudah sangat berkurang, lintas keluar maupun masuk ke Kota Bogor, bahkan antar kecamatan sudah berkurang, tetapi ketika masih tinggi angka kasus positif, artinya penularan kemungkinan besar terjadi di lingkungan RT, keluarga, rumah tangga dan pemukiman,” terangnya.

Share

Recent Posts

Meriahkan Bogor Jazz Hujan, Pecinta Musik Jazz Dimanjakan dengan Konsep Intimate Experience

BOGOR – Acara Puncak Bogor Jazz Hujan menjadi perayaan musik jazz berkonsep intimate experience yang…

1 jam ago

Pelaku Penggelapan Dana Tabungan Koperasi Ditetapkan Sebagai Tersangka

BOGOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota menetapkan seorang perempuan berinisial ER sebagai…

4 jam ago

Denny Mulyadi Harap BPBD Kota Bogor Terus Tingkatkan SDM dan Pelayanan

BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-11…

1 hari ago

Sampaikan Duka Mendalam, Banu Bagaskara dan Kader PDI Perjuangan Sambangi Korban Longsor Bondongan

BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, meninjau lokasi bencana longsor di Kampung…

1 hari ago

Cuaca Ekstrem Picu Keretakan Jalan Saleh Danasasmita, Dedie Rachim Instruksikan Penutupan Jalur

BOGOR - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bogor selama dua hari terakhir berdampak…

1 hari ago

Pemkot Dukung Ketahanan Pangan Nasional Lewat Penanaman Jagung Serentak

BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi menghadiri agenda penanaman jagung serentak seluas…

2 hari ago

This website uses cookies.