Barayanews.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap industri perbankan syariah akan semakin kompetitif dengan hadirnya PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Bank BUMN syariah hasil merger itu diharapkan memiliki pesaing.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan, kehadiran Bank Syariah Indonesia semakin memperkuat industri perbankan syariah di Indonesia.
“Kalau ini terjadi merger bank syariah Himbara, tentu ini akan menarik pemain syariah lain untuk lebih kuat. OJK terus memikirkan untuk memberi peluang agar bank syariah lain menjadi pesaing, kompetitor yang bagus dan berkembang menjadi besar. Kami harap seluruh bank syariah di Indonesia berkembang baik,” kata Heru, Jumat (22/1/2021).
Direktur Utama Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono menilai, Bank Syariah Indonesia sejauh ini masih membutuhkan suntikan modal dari induk usaha.
“Tanpa tambahan injeksi modal, modal BSI ada di kisaran Rp20 triliun. Itu artinya belum bisa menjadi Bank BUKU IV. Tentu dampak BSI akan lebih optimal jika modalnya ditambah agar bisa naik kelas jadi Bank BUKU IV,” ujarnya.
Berdasarkan data tiga bank yang melakukan merger, PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah, hingga September 2020 portofolio pembiayaan ketiga entitas ini mencapai Rp151,8 triliun dengan besaran penghimpunan dana Rp199,57 triliun. (snd)
BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau lokasi longsor di Kampung Jero Kuta…
BOGOR – Acara Puncak Bogor Jazz Hujan menjadi perayaan musik jazz berkonsep intimate experience yang…
BOGOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota menetapkan seorang perempuan berinisial ER sebagai…
BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-11…
BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, meninjau lokasi bencana longsor di Kampung…
BOGOR - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bogor selama dua hari terakhir berdampak…
This website uses cookies.