Politik

Repdem Kota Bogor: Megawati Tetap Menjadi Kompas Politik Kader Muda, Ga Selevel Ahmad Ali

BOGOR — Ketua DPC Repdem Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, mengeluarkan pernyataan keras menanggapi sindiran Ahmad Ali yang menyinggung kepemimpinan di PDI Perjuangan. Banu menegaskan bahwa proses pemilihan pimpinan di PDI Perjuangan berjalan melalui mekanisme demokratis yang melibatkan kader di seluruh Indonesia, bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau manuver politisi musiman.

“PDI Perjuangan tidak pernah kekurangan kader berkualitas yang menentukan arah partai lewat mekanisme resmi. Tidak seperti sebagian politisi yang baru bersuara keras setelah kehilangan panggung, lalu sibuk mencari perahu baru untuk sekadar bertahan hidup di politik,” tegas Banu yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Bogor.

Menurut Banu, komentar Ahmad Ali yang melecehkan tokoh-tokoh senior justru menunjukkan kegelisahan dirinya sendiri.

“Kalau mau bicara soal kepemimpinan, lihat dulu rekam jejak. Ada yang konsisten membesarkan partai, ada pula yang ketika tidak diperlukan langsung pindah rumah. Itu kan sudah jelas mana yang berjuang, mana yang sekadar menumpang,” lanjutnya.

Banu juga menyampaikan bahwa Ibu Megawati Soekarnoputri tetap menjadi figur strategis yang dihormati dan dibutuhkan oleh kader muda PDI Perjuangan. Bukan karena romantisme masa lalu, tetapi karena ketegasannya menjaga garis politik partai.

“Kader muda justru melihat Ibu Megawati sebagai kompas politik. Beliau mengajari kami untuk menjaga etika, konsistensi, dan keberpihakan pada rakyat. Beliau bukan sosok yang membuat gaduh, justru mencegah politik huru-hara dari mereka yang gemar menabur fitnah. Berbeda jika ditanya siapa Ahmad Ali? Ga ada yang kenal,” kata Banu.

Ia menambahkan bahwa kader muda PDI Perjuangan tidak tertarik mengikuti gaya politik yang mengandalkan sensasi, apalagi serangan tanpa substansi.

“Kami diajarkan bahwa politik itu soal moral dan sikap. Kalau tidak bisa beradaptasi lalu pindah haluan, apa yang bisa diharapkan dari politisi seperti itu?” tegasnya.

Dengan begitu, Politisi muda PDI Perjuangan itu menyebut Soliditas Partai Tidak Terpengaruh Serangan Pribadi yang merepresentasikan bahwa serangan luar tidak pernah memecah belah internal PDI Perjuangan.

“Repdem Kota Bogor dan seluruh kader PDI Perjuangan tetap solid. Serangan personal tidak akan mempengaruhi konsolidasi kami, justru mempertegas siapa yang berkomitmen dan siapa yang panik kehilangan perhatian publik,” tutup Banu.

Recent Posts

Pastikan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Tinjau Pasar Jambu Dua

BOGOR – Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus melakukan peninjauan langsung terhadap…

11 jam ago

Pemkot Bogor Apresiasi HBLM Perangi Stunting Kota Bogor

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan sekaligus…

6 jam ago

316 Atlet Muda Ramaikan Kejurkot Bulutangkis Kota Bogor 2026

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi membuka Kejuaraan Bulutangkis Kota Bogor (Kejurkot) Tahun…

12 jam ago

Promosi Digital Dongkrak Minat UMKM Isi Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua

BOGOR – Pasar Jambu Dua kini tak lagi sekadar menjadi pusat perdagangan. Lantai dua pasar…

2 hari ago

Helaran Pajajaran, Dedie Rachim Ingatkan Falsafah Hidup Masyarakat Sunda

BOGOR - Sejarah dan kebudayaan Pakuan Pajajaran kembali dihidupkan melalui Helaran Pajajaran yang untuk pertama…

1 hari ago

Derby Persikabo vs PSB Bogor Semarakkan HJB ke-544, Dedie Rachim Beri Dukungan Langsung

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, hadir langsung menyaksikan laga derby sepak bola…

2 hari ago

This website uses cookies.