Sepak Bola

Reaksi Pioli Pasca Protes Curva-sud yang ‘Cabut’ Sebelum Milan-Genoa Usai

Stefano Pioli menolak menyalahkan ultras AC Milan atas protes mereka namun menegaskan Rossoneri seharusnya menang melawan Genoa .

Pelatih Milan Pioli ‘menghormati’ ultras Milan meskipun ada protes besar yang mereka lakukan saat bermain imbang 3-3 di kandang melawan Genoa pada hari Minggu.

Fans di Curva Sud tetap diam sepanjang pertandingan dan kemudian pergi dengan 10 menit tersisa , menuntut strategi transfer, komunikasi, dan ambisi yang jelas dari klub.

Suasana San Siro yang ‘aneh’ mempengaruhi para pemain AC Milan yang melihat pemain internasional Italia Mateo Retegui mencetak gol pembuka awal dari titik penalti.

“Awalnya buruk. Kami tidak memiliki konsentrasi dan kesatuan yang tepat di 20 menit pertama dan kebobolan di awal pertandingan,” kata Pioli kepada DAZN.

“Kemudian, kami menciptakan banyak peluang tetapi juga melakukan banyak kesalahan.

“Ini bukan tentang komitmen. Kami kembali ke permainan dengan kualitas dan kami kebobolan gol yang bisa dihindari. Ini adalah kenyataannya.” jelasnya.

Ketika ditanya tentang protes dari ultras Milan, Pioli menjawab: “Penampilannya bagus, tapi kami tidak bisa mengamankan kemenangan penting.

“Kami belum memenangkan satu pun dari empat pertandingan terakhir. Para fans memilih bentuk protes ini, dan kami hanya bisa menghormati mereka.

“Kami harus tetap fokus dan tampil baik hingga akhir. Penggemar kami selalu menjadi nilai tambah.

“Jika mereka memilih protes semacam ini, ada alasannya, dan kami harus terus melakukannya dengan baik dan berusaha berbuat lebih banyak karena kami punya kualitas untuk mengakhiri musim dengan baik.” pungkasnya.

AC Milan belum pernah memenangkan satu pun dari empat pertandingan Serie A terakhir.

“Sayang sekali kami tidak menang karena itu penting untuk klasemen. Melawan Juventus , ini adalah pertandingan yang berbeda; tim memiliki sikap yang berbeda,” lanjut Pioli.

“Hari ini kami terpaksa menampilkan performa berbeda melawan tim yang bertahan dengan banyak pemain.

“Jika Anda ingin menyerang dan berbahaya, Anda harus mengambil beberapa risiko.” sambungnya.

Pelatih kelahiran Parma itu mengakui, tersingkirnya Liga Europa akan dipertimbangkan ketika direktur klub menilai musim dan masa depannya di klub.

“Saya pikir itu berdampak. Bahkan jika Roma adalah tim yang bagus dan terlatih, kami bisa berbuat lebih banyak,” kata sang pelatih.

“Tentu saja itu berdampak dan akan dipertimbangkan di akhir musim.”

Rafael Leao dicemooh fans Milan saat Pioli menggantikan pemain Portugal itu.

“Rafa tidak bertahan cukup lama di dalam kotak penalti lawan,” jelas Pioli.

“Saya membutuhkan pemain sayap yang lebih sering masuk ke dalam, dan Noah [Okafor] melakukannya dengan lebih baik.

“Itu terjadi; tidak semua permainan itu sama, dan tidak semua penampilan itu sama.” pungkasnya.

Recent Posts

Pastikan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Tinjau Pasar Jambu Dua

BOGOR – Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus melakukan peninjauan langsung terhadap…

11 jam ago

Pemkot Bogor Apresiasi HBLM Perangi Stunting Kota Bogor

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan sekaligus…

6 jam ago

316 Atlet Muda Ramaikan Kejurkot Bulutangkis Kota Bogor 2026

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi membuka Kejuaraan Bulutangkis Kota Bogor (Kejurkot) Tahun…

12 jam ago

Promosi Digital Dongkrak Minat UMKM Isi Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua

BOGOR – Pasar Jambu Dua kini tak lagi sekadar menjadi pusat perdagangan. Lantai dua pasar…

2 hari ago

Helaran Pajajaran, Dedie Rachim Ingatkan Falsafah Hidup Masyarakat Sunda

BOGOR - Sejarah dan kebudayaan Pakuan Pajajaran kembali dihidupkan melalui Helaran Pajajaran yang untuk pertama…

1 hari ago

Derby Persikabo vs PSB Bogor Semarakkan HJB ke-544, Dedie Rachim Beri Dukungan Langsung

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, hadir langsung menyaksikan laga derby sepak bola…

2 hari ago

This website uses cookies.