Kota Bogor

Proyek Rel Ganda Didatangi Komisi V DPR-RI, Dedie Jelaskan Konsep Penataan Batutulis

 

BOGOR – Rombongan legislator dari Senayan kembali sambangi Kota Bogor. Kali ini, jajaran dari Komisi V DPR – RI mendatangi proyek jalur ganda (double track) di Stasiun Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (2/12/2021).

Rombongan diterima langsung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Kunjungan kerja spesifik legislatif pusat itu, untuk melihat langsung progres dari rel ganda Bogor – Sukabumi. Dimana rel ganda tersebut masuk dalam proyek strategis nasional saat ini.

Dalam pemaparannya, Dedie menjelaskan saat ini ada tiga proyek strategis nasional yang terkait dengan perkeretaapian dan urusan lalu lintas. Yang pertama ada proyek strategis nasional Bogor Outer Ring Road (BORR) yang saat ini sudah terbangun dari Sentul sampai ke Salabenda. Dimana pada proyek itu akan dilanjutkan tahun depan dari Salabenda sampai ke arah Parung.

Selain itu ada percepatan pembangunan LRT dari Cibubur, Cimanggis sampai ke Baranangsiang di Kota Bogor. Kemudian yang terakhir, ada proyek strategis nasional double track Bogor – Sukabumi.

“Dimana double track ini juga bersinggungan langsung dengan 3.000 kepala keluarga yang sudah berhasil kita relokasi dengan kerohiman. Dan Alhamdulillah tidak ada hal yang kemudian mencuat dan mengkhawatirkan dan bisa kita lakukan dengan landai,” terang Dedie.

Di hadapan pejabat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan anggota Komisi V, Dedie menyampaikan ada hal – hal yang perlu didukung dalam penataan kawasan sekitaran Stasiun Batutulis. Seperti pembangunan ramp yang menghubungkan jalan depan Istana Batutulis hingga jalan ke arah Cipaku – Pamoyanan.

Menurut Dedie, saat rel ganda rampung dan kereta api beroperasi kembali, otomatis ada peningkatan volume kereta api yang melintas dari Stasiun Bogor maupun dari arah Sukabumi. Untuk itu tidak mungkin ada perlintasan sebidang lagi.

“Kita kembangkan area Batutulis ini menjadi TOD. Dan Insya Allah selain menjadi TOD, Perwalinya akan keluar. Untuk itu Dirjen Perkeretaapian dan PT KAI akan bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengembangkan Batutulis ini sebagai salah satu tujuan atau tempat berangkatnya penumpang dari Bogor sampai dengan Yogyakarta di kemudian hari,” urainya.

Dedie juga berharap, setelah pembangunan rel ganda rampung, penataan harus dilakukan. Terutama untuk menambah fasilitas pelayanan lainnya seperti TOD dan park and ride.

“Stasiun Batutulis ini ini memiliki nilai historis yang tinggi. Persis di sebelah kita ini mungkin jaraknya 20 meter adalah Istana Batutulis. Ini merupakan istana yang dulunya pernah juga Bung Karno tinggal tahun 1958 sampai dengan tahun 1965. Jadi selain di Istana Bogor Bung Karno juga pernah tinggal di Istana Batu Tulis,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Rombongan sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR – RI, Robert Rouw menjelaskan, kunjungan spesifik ini dilakukan untuk meninjau secara langsung pembangunan jalur ganda Bogor – Sukabumi sebagai prasarana penunjang mobilitas angkutan penumpang dan barang.

“Sebagaimana kita ketahui kereta api merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat diminati oleh masyarakat sebagai angkutan umum yang murah dan aman,” kata Robert.

Oleh karena itu, sambung Robert, diperlukan dukungan prasarana yang memadai dan peningkatan mutu pelayanan perkeretaapian yang optimal. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat akan transportasi kereta api. Di luar itu, Komisi V DPR-RI mendukung pembangunan jalur ganda Bogor – Sukabumi.

“Terlebih dalam upaya meningkatkan fasilitas pelayanan meningkatkan kapasitas dan meminimalisir biaya angkut barang dan distribusi logistik. Serta mengurangi beban kepadatan lalu lintas di jalan raya dan efisiensi waktu tertentu antara Bogor dan Sukabumi,” paparnya.

Kunjungan spesifik itu, juga untuk menginventarisir permasalahan dalam pembangunan jalur ganda Bogor – Sukabumi untuk ditindaklanjuti. Komisi V DPR-RI juga meminta kepada Ditjen Perkeretaapian dan stakeholder terkait untuk memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan.

“Sehingga masyarakat mendapatkan sarana transportasi yang lancar aman dan nyaman. Dengan meningkatnya sarana dan prasarana perkeretaapian diharapkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa kereta api. Tentunya kita berharap dengan adanya pembangunan jalur ganda Bogor – Sukabumi ini dapat memberikan daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi dan potensi daerah. Yang akan berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Share

Recent Posts

Purna Bakti Boris Derurasman, Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih

BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian…

18 menit ago

39 Tahun Mengabdi, Selamat Purna Bakti Pak Sekwan

BOGOR - Ada masa ketika seorang pemimpin datang membawa gagasan, bekerja bersama banyak orang, lalu…

1 jam ago

Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha

BOGOR - Komisi II DPRD Kota Bogor mendesak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk lebih agresif…

7 jam ago

Denny Mulyadi Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan

BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas…

7 jam ago

Dedie Rachim Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah…

1 hari ago

Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meneguhkan komitmennya dalam membangun Kota Bogor yang lebih maju…

2 hari ago

This website uses cookies.