Kota Bogor

Penuhi Kebutuhan, Tirta Pakuan Tingkatkan Kapasitas Produksi Air

 

Barayanews.co.id – Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di zona lima dan enam, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor akan menambah kapasitas produksi air.

Hal tersebut dikatakan, Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusuf saat ditemui di kantornya belum lama ini.

“Kapasitas produksi air di zona lima akan ditambah 50 liter/detik. Sebelumnya sekarang di 38 liter/detik pada SPAM (Sistem Pengolahan Air Minum) Palasari,” kata Ardani.

Terkait anggaran, proyek penambahan kapasitas itu dikucurkan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

“Anggarannya dibantu Rp16 miliar dari APBN Kementrian PUPR, termasuk desain Water Treatment Plant (WTP) yang dari surat edaran sudah memenuhi standar,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, ada peningkatan sedikit nilai Rancangan Anggaran Belanja (RAB) sekitar Rp18 miliar.

“Jadi sisanya sekitar Rp2 miliar dari kami untuk JDU (Jaringan Distribusi Utama),” tutur Ardani.

Sementara itu, guna memenuhi kebutuhan air di zona enam, reservoir Kota Batu juga akan ditambah kapasitas produksi air 30 liter/detik.

“Reservoir Kota Batu akan mendapat pasokan air baku dari sumber mata air baru. Pembebasan lahan sudah ada kesepakatan. Semoga januari selesai. Jadi di zona enam kapasitas produksi ditambah hingga 30liter/detik,” ujarnya.

Terkait pemasangan pipa, akan dipasang setelah berkas-berkas perizinan dipenuhi.

“Nanti masuk ke Kota Batu, jadi akan menambah yang sekarang Kota Batu 60 liter/detik menjadi 90 liter/detik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan, Rivelino Rizky mengatakan, komitmen direksi salah satunya adalah meningkatkan pelayanan kapasitas air khususnya di zona yang belum berkecukupan.

“Komitmen kami sama-sama tentunya akan menambah kapasitas produksi walaupun saat ini sudah mencukupi, hanya zona enam ini memang kekurangan. Artinya sejak tahun 2012 sudah menghentikan tidak ada sambungan baru, sedangkan masyarakat yang ada ingin memasang sambungan tapi belum terlayani. Ini solusi kami,” beber Rivelino.

Ia berharap, mengharapkan awal Januari 2021 mendatang proses perizinannya selesai sehingga dilanjutkan dengan pembangunan. Pembangunan ini targetnya adalah menambah cakupan pelanggan.

“Sesuai target kami di tahun 2021 itu 10.000 pelanggan dan upaya ini juga untuk mendukung cakupan harus mencapai 100 persen pada tahun 2024 yang mana saat ini baru 76 persen,” tandasnya.

Share

Recent Posts

Didesak DPRD, Pemkot Sepakati SE Soal Bansos Direvisi

BOGOR – Polemik Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4/4216-Dinsos tentang pembatasan penerima bantuan sosial berdasarkan pemeringkatan…

2 hari ago

Tak Sesuai Aspirasi, Atty Somaddikarya Minta Disperumkim Koreksi Perubahan Usulan Jalan

BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, meminta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota…

2 hari ago

Jenal Mutaqin Soroti Peluang Ekonomi Digital di Kota Bogor

BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, hadir dalam Bogor Affiliate Universe Tahun 2026…

4 hari ago

Banu Lesmana Bagaskara: Daerah Tidak Terikat Desil DTSEN Seperti Pusat, SE Sekda Kota Bogor Wajib Dicabut

BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor Komisi IV, Banu Lesmana Bagaskara, mengingatkan bahwa pemerintah daerah…

4 hari ago

Hadiri Agenda Strategis di Sumbawa, DPP PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi

SUMBAWA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga sekaligus Wakil Ketua Komisi X…

5 hari ago

Vibro DPUPR Kota Bogor Dirusak, Pengerjaan Trase PSEL Kayumanis Terhambat

BOGOR – Pekerjaan pembukaan trase untuk Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Kayumanis,…

7 hari ago

This website uses cookies.