Ekonomi

Pasar Gembrong Sukasari Hadir Lebih Bersih dan Nyaman, Siap Tampung Pedagang Pasar Bogor

BOGOR — Proses revitalisasi Pasar Gembrong Sukasari yang terletak di Jalan Siliwangi, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terus dikebut. Pasar tradisional yang telah berdiri sejak tahun 1960 itu kini disulap menjadi kawasan perdagangan yang lebih modern, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Proyek pembangunan yang dimulai sejak September 2023 itu dikerjakan oleh pengembang CV. Purnabri. Dalam proses revitalisasinya, pasar ini tidak hanya direnovasi dari sisi fisik, tetapi juga dirancang agar lebih estetik dengan mengutamakan fungsi, kenyamanan, serta aspek kebersihan lingkungan.

Nama Pasar Gembrong Sukasari diambil dari kata “Gembrong”, yang dalam bahasa Sunda berarti dikerumuni atau ramai dikunjungi orang. Hal ini mencerminkan fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Revitalisasi pasar ini menjadi bagian penting dari rencana Pemerintah Kota Bogor untuk merelokasi para pedagang dari Pasar Bogor atau Plaza Bogor yang akan segera ditutup. Pasar Gembrong Sukasari nantinya akan menjadi tempat baru bagi para pedagang tersebut.

Pasar yang dibangun diatas lahan strategis ini terdiri atas tiga bagian utama, yakni lantai semi-basement, lantai dasar, dan lantai atas. Lantai semi-basement akan diperuntukkan bagi pedagang barang basah, seperti kebutuhan pokok dan bahan makanan segar. Lantai dasar dirancang untuk menampung pedagang tekstil, perhiasan, salon, dan berbagai kebutuhan lainnya. Sementara itu, lantai atas akan difokuskan menjadi pusat kuliner modern serta wahana hiburan anak, menciptakan suasana pasar yang lebih atraktif bagi keluarga dan generasi muda.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan, menegaskan pentingnya percepatan proyek ini. Ia meminta pengembang segera menambah jumlah tenaga kerja agar proses pembangunan dapat selesai sesuai target.

“Ini sangat mendesak, karena berkaitan langsung dengan relokasi pedagang dari Pasar Bogor atau Plaza Bogor yang akan ditutup. Maka dari itu, penyelesaiannya harus segera dipercepat,” kata Dedie.

Menanggapi arahan tersebut, Site Manager CV. Purnabri, Alby Satria Fajar, menyampaikan komitmennya untuk mempercepat progres pembangunan. Pihaknya akan menambah jumlah pekerja dan memperpanjang jam kerja demi mengejar target penyelesaian proyek.

“Kami akan melakukan akselerasi pembangunan agar selesai tepat waktu dan menghindari potensi denda maupun konsekuensi lain yang mungkin timbul,” ujar Alby.

Pasar Gembrong Sukasari direncanakan memiliki total 640 kios dan los. Kehadiran pasar baru ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat relokasi, tetapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi lokal di kawasan Sukasari dan sekitarnya, serta menjadi contoh pasar rakyat yang bertransformasi menjadi pusat niaga yang modern dan humanis.

Recent Posts

Strategi Tirta Pakuan Atasi Tantangan Distribusi Air Bersih

BOGOR - Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi…

4 hari ago

Perekonomian Tumbuh Pesat, Babakan Benahi PKL dan Sarpras

BOGOR – Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi di Kota…

4 hari ago

Langkah Inovatif Cibogor Demi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

BOGOR – Pemerintah Kelurahan Cibogor terus mematangkan langkah inovatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan…

4 hari ago

Pemkot Bogor Gelar Sosialisasi PSEL, Tekankan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

BOGOR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, membuka sosialisasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi…

6 hari ago

KNPI Gelar Rakerda, Bahas Program Kepemudaan 2026

BOGOR – DPD KNPI Kota Bogor menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Agria Hotel Tajur,…

6 hari ago

Antisipasi Longsor dan Pohon Tumbang, Kelurahan Ciwaringin Siagakan Keltana

BOGOR – Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) sebagai langkah meningkatkan…

7 hari ago

This website uses cookies.