BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal mengintervensi sebanyak 4.909 unit rumah warga melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bedah rumah sepanjang Tahun Anggaran 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat membuka sosialisasi tata kelola Bantuan Sosial (Bansos) RTLH di Amanuba Hotel and Resort Rancamaya, Bogor Selatan, Rabu (23/9/2026).
Pemkot Bogor melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor menggelar sosialisasi Bantuan Sosial (Bansos) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) BST, BSTT dan program bedah rumah Kota Bogor Tahun Anggaran (TA) 2026 di Amanuba Hotel and Resort Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan pada Rabu (23/9/2026).
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memaparkan, Pemkot Bogor mensosialisasikan tentang bagaimana tata kelola untuk penanganan bedah rumah dan RTLH Kota Bogor. Karena secara keseluruhan bedah rumah dan RTLH dari anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor kemudian juga dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan juga Corporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa lembaga itu 2.909 unit yang akan diintervensi.
“Tentu kami menginginkan kasi Kemas, lurah, camat dan semuanya memahami bahwa semua bantuan ini harus memenuhi persyaratan administrasi,” ungkap Dedie didampingi Kepala Disperumkim Kota Bogor Chusnul Rozaqi.
Dedie menerangkan, tentunya program ini harus transparan, akuntabel dan bisa dipertanggung jawabkan.
“Maka dari itu kami sosialisasikan terlebih dahulu. Ini bantuan dari BSPS, RTLH, kemudian bantuan dari Budha suci, rutilahu provinsi, dari Tirta Pakuan dari berbagai bantuan lain perorangan maupun korporasi totalnya 2.909 titik rumah dengan variasi bantuan keuangan yang berbeda-beda,” terangnya.
Dedie menjelaskan, dengan rincian ada yang masuk bedah rumah, satu rumah itu Rp100 juta, tetapi yang untuk RTLH kurang lebih antara Rp10 juta sampai Rp20 juta. Kemudian BSPS itu rata-rata Rp20 juta.
“Ya, jadi banyak bantuannya, tapi yang penting datanya. Belum lagi kami akan intervensi 2.000 titik rumah yang ada korelasi dengan penderita TBC dari Kementerian Kesehatan dan juga dari kementerian perumahan. Jadi sedang berproses sedang diinventarisir titik-titik nya dimana saja,” jelasnya. “Ini akan dilaksanakan tahun ini, tapi harus valid datanya. Jadi kalau dengan kementerian perumahan bekerjasama dengan kementerian kesehatan, perkiraan total 4.909 rumah di Kota Bogor, tahun ini saja,” tambah Dedie.
BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah…
BOGOR - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor menggelar pelatihan public speaking untuk meningkatkan kapasitas…
BOGOR - Sebanyak 57 paralegal Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Kelurahan Kota Bogor dikukuhkan di Auditorium…
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar rapat koordinasi keberlanjutan dan percepatan penataan reklame di…
BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung sekaligus mengevaluasi lahan yang akan…
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjajaki kerja sama dengan PT Indosat Ooredoo Hutchison dalam…
This website uses cookies.